Erupsi Merapi Jadi Inspirasi Penelitian

Kompas.com - 24/12/2010, 04:28 WIB
Editor

YOGYAKARTA, KOMPAS - Erupsi Gunung Merapi menjadi sumber inspirasi penelitian dan pengetahuan baru. Setidaknya, 15 penelitian terkait erupsi Merapi telah dihasilkan sejumlah akademisi Universitas Gadjah Mada.

Ketua Pusat Studi Bencana Alam Universitas Gadjah Mada (UGM) Junun Sartohadi mengatakan, penelitian-penelitian yang dihasilkan terdiri atas enam bidang, antara lain bahaya Merapi, tanggap darurat, menghidupkan kembali masyarakat sekitar puncak Merapi, tata ruang kawasan Merapi, dan persiapan menghadapi erupsi selanjutnya.

”Penelitian-penelitian ini awalnya dari penelitian pribadi rekan-rekan di UGM yang kemudian disatukan dalam satu forum agar bisa saling melengkapi,” katanya di sela-sela Lokakarya Tanggap Bencana Merapi yang diselenggarakan UGM pada 21-22 Desember di Yogyakarta.

Rencananya, hasil lokakarya akan disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai masukan perencanaan di daerah Gunung Merapi pada masa mendatang.

Beberapa topik penelitian itu adalah kajian sebaran awan panas Merapi, zonasi bahaya merapi melalui pendekatan geomorfologi tanah, kajian kerusakan infrastruktur transportasi pascaerupsi, kajian struktur sosial masyarakat pascaerupsi, serta daya dukung lahan pascaerupsi untuk kegiatan agro dan perikanan.

Pengetahuan baru

Menurut Junun, erupsi Merapi terakhir mengungkap sejumlah pengetahuan baru. Salah satunya melengkapi dokumentasi periodisasi 100 tahunan erupsi Gunung Merapi yang mempunyai pola berbeda dari erupsi empat tahunan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara terpisah, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono mengatakan, Gunung Merapi mempunyai potensi sebagai laboratorium alam. Berbagai penelitian masih tersimpan dari alam dan kehidupan masyarakat di sekitar puncak Merapi.

Senada dengan itu, Guru Besar Geologi Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Yogyakarta Sari Bahagiarti mengatakan, semua gunung api di Indonesia menyimpan potensi menjadi laboratorium alam. Sebab, setiap gunung api mempunyai karakter berbeda. (IRE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.