Anas: WikiLeaks Jangan Jadi Momok

Kompas.com - 19/12/2010, 14:07 WIB
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com — Belakangan, secara perlahan, isi kawat yang dikirimkan Kedutaan Besar AS di Jakarta mulai bermunculan. Kawat-kawat yang dibocorkan WikiLeaks itu ramai diberitakan media-media Australia. Hal tersebut, di antaranya, soal keyakinan diplomat AS bahwa pada 2004 Badan Intelijen Negara (saat itu) terlibat dalam penyusunan skenario pembunuhan terhadap aktivis HAM Munir.

Ada pula kawat yang berisi soal adanya permintaan Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah AS untuk mencabut pelatihan bagi pasukan Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat.

Terkait dengan hal ini, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum meminta pemerintah tak menganggap bocoran tersebut sebagai momok atau sesuatu yang menakutkan. "Kalau ada informasi yang kurang mengenakkan yang dibocorkan WikiLeaks, pemerintah tinggal klarifikasi saja. Toh, itu (isi kawat tersebut) belum tentu yang senyatanya. Itu kan penilaian diplomat AS," kata pimpinan parpol pendukung pemerintah itu kepada pers di depan Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Minggu (19/12/2010).

Lebih lanjut, Anas mengatakan, ada pesan moral politik di balik skandal bocornya kawat yang dikirimkan Kedubes AS ataupun kantor perwakilannya di seluruh dunia ke Washington DC. "Tidak ada kebijakan yang bisa disembunyikan. Karena, itu selalu butuh transparansi. Kecuali sesuatu yang memang sifatnya rahasia. Setiap negara memang memiliki informasi yang bersifat rahasia untuk kepentingan nasional," kata Anas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Citra Baik KPK Rendah, Pengamat: Diserang dari Luar dan Dalam

    Citra Baik KPK Rendah, Pengamat: Diserang dari Luar dan Dalam

    Nasional
    Soal Revisi UU ITE, Anggota Komisi I: Jangan Buat Hukum Berdasarkan Kasihan

    Soal Revisi UU ITE, Anggota Komisi I: Jangan Buat Hukum Berdasarkan Kasihan

    Nasional
    Rumah Pribadi Irjen Ferdy Sambo Digeledah

    Rumah Pribadi Irjen Ferdy Sambo Digeledah

    Nasional
    Jawab Gugatan Pelapor Suharso Monoarfa, KPK Singgung 'Legal Standing'

    Jawab Gugatan Pelapor Suharso Monoarfa, KPK Singgung "Legal Standing"

    Nasional
    BREAKING NEWS - Konferensi Pers Polri atas Kasus Penembakan Brigadir J

    BREAKING NEWS - Konferensi Pers Polri atas Kasus Penembakan Brigadir J

    Nasional
    Penyesalan Bharada E, Menangis hingga Lama Berdoa Setelah Tembak Brigadir J

    Penyesalan Bharada E, Menangis hingga Lama Berdoa Setelah Tembak Brigadir J

    Nasional
    Jawab Gugatan Nizar Dahlan, KPK Sebut Laporan Dugaan Korupsi Bukan Objek Praperadilan

    Jawab Gugatan Nizar Dahlan, KPK Sebut Laporan Dugaan Korupsi Bukan Objek Praperadilan

    Nasional
    UPDATE 8 Agustus 2022: Bertambah 6.276, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.255.679

    UPDATE 8 Agustus 2022: Bertambah 6.276, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.255.679

    Nasional
    Bertambah Satu, Jemaah Haji yang Wafat Kini 86 Orang

    Bertambah Satu, Jemaah Haji yang Wafat Kini 86 Orang

    Nasional
    Dua Kali Ditunda, Pemeriksaan Puslabfor Polri di Komnas HAM Dijadwalkan Lagi Rabu

    Dua Kali Ditunda, Pemeriksaan Puslabfor Polri di Komnas HAM Dijadwalkan Lagi Rabu

    Nasional
    Komnas HAM Analisis Data Komunikasi 15 HP Terkait Kasus Brigadir J

    Komnas HAM Analisis Data Komunikasi 15 HP Terkait Kasus Brigadir J

    Nasional
    Jika Dipertahankan, Pasal Pencemaran Nama Baik di UU ITE Harus Dibuat Lebih Rigid

    Jika Dipertahankan, Pasal Pencemaran Nama Baik di UU ITE Harus Dibuat Lebih Rigid

    Nasional
    Cek Data Komunikasi 15 Ponsel, Komnas HAM Duga Ada Pengaburan Fakta Tewasnya Brigadir J

    Cek Data Komunikasi 15 Ponsel, Komnas HAM Duga Ada Pengaburan Fakta Tewasnya Brigadir J

    Nasional
    Lima Partai Pendaftar Pemilu 2024 Belum Lengkapi Berkas

    Lima Partai Pendaftar Pemilu 2024 Belum Lengkapi Berkas

    Nasional
    Hari Ini, 81.612 Orang Jemaah Haji Sudah Tiba di Indonesia

    Hari Ini, 81.612 Orang Jemaah Haji Sudah Tiba di Indonesia

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.