Bashir Doyan "Makan" Duit

Kompas.com - 18/12/2010, 20:00 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com – Andai tuduhan ini benar, boleh jadi Presiden Sudan Omar al-Bashir tak bisa tidur. WikiLeaks menunjukkan kabel diplomatik AS yang dibocorkan. Di situ tertulis, Bashir sudah “melahap” uang negara sebanyak 9 miliar dollar AS. Bashir menyimpan fulus itu di sejumlah rekening di luar negeri.

Para diplomat, sebagaimana warta The Guardian pada Sabtu (18/12/2010) mengutip jaksa utama Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) yang mengatakan banyak uang tersebut kemungkinan disimpan di bank-bank London. Tapi, Sudan membantah hal itu.

Kabel diplomatik tersebut mengutip jaksa utama ICC, Luis Moreno Ocampo, yang mengatakan kepada para pejabat AS bahwa sebagian dana itu mungkin ditahan oleh Grup Bank Lloyds yang sebagian sahamnya dipegang pemerintah Inggris.

Menurut laporan, Ocampo mengatakan sudah tiba saatnya membuka skala penilapan yang dilakukan Bashir. "Ocampo mengatakan, kalau pencurian uang oleh Bashir itu diungkapkan, maka hal ini bisa mengubah opini publik rakyat Sudan dari semula yang melihat dia sebagai 'penegak agama' menjadi penilap," kata laporan yang dibuat oleh seorang pejabat senior AS.

Menanggapi penyimpanan itu, Lloyds Bank mengatakan tidak ada bukti pihaknya menyimpan dana atas nama Bashir. "Kami sama sekali tidak memiliki bukti yang menunjukkan adanya kaitan antara Kelompok Bank Lloyds dan Bashir. Kebijakan kelompok kami adalah mematuhi hukum dan kewajiban dalam semua yurisdiksi tempat kami beroperasi," kata bank itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.