AS Tak Mengharapkan Kerusuhan di Kuba

Kompas.com - 17/12/2010, 05:32 WIB
Editor

Havana, Kamis - Para eksil Kuba-Amerika di Florida mungkin menanti-nanti meninggalnya Fidel Castro, tetapi diplomat-diplomat AS di Havana tidak mengharapkan kalau Castro meninggal akan menimbulkan kerusuhan di Kuba atau bahkan meningkatnya orang Kuba yang ingin pergi, menurut kawat diplomatik yang baru dikeluarkan.

Sebuah kawat lain dari akhir tahun lalu mengungkapkan bahwa adik Fidel, Raul, menyatakan minat untuk membuka sebuah dialog langsung dengan Gedung Putih, tetapi tampaknya diberi tahu bahwa segala urusan harus dilakukan melalui saluran diplomatik normal.

Kawat bulan Januari 2009 mengenai kesehatan Castro dikirim dari Seksi Kepentingan AS dan dikategorikan sebagai ”rahasia”. Kawat itu menyebutkan, orang Kuba ”umumnya bersifat konservatif setelah 50 tahun represi, ditambah dengan masih dikaguminya Fidel secara pribadi” sehingga tidak akan melakukan kerusuhan jangka pendek.

Kawat itu, yang dikeluarkan hari Rabu oleh pembocor rahasia WikiLeaks dan dipasang di internet oleh surat kabar Spanyol, El Pais, rupanya ditulis oleh Jonathan Farrar, diplomat top AS di Kuba. Washington mempunyai Seksi Kepentingan AS dan bukannya sebuah kedutaan besar karena kedua musuh Perang Dingin itu tidak mempunyai hubungan diplomatik resmi. Farrar disebut sebagai chief of mission, bukannya ambassador.

Dalam kawat itu, Farrar mengatakan, dia memperkirakan Pemerintah Kuba untuk secara hati-hati menangani pengumuman kematian Fidel Castro untuk menjaga supaya rakyat Kuba mengerti bahwa adiknya, Raul, masih memegang kendali. Raul mengambil alih jabatan presiden dari Fidel yang sakit-sakitan—mula-mula untuk sementara, tetapi kemudian secara permanen—tahun 2006.

Kedua bersaudara itu telah memimpin Kuba sejak mereka menggulingkan diktator Fulgencia Batista tahun 1959, dengan Raul sebagai kepala Angkatan Bersenjata sebelum mengambil alih jabatan tertinggi itu.

Farrar memperkirakan kematian Fidel bahkan mungkin bisa menyebabkan turunnya jumlah orang Kuba yang ingin beremigrasi karena mereka menanti apa yang akan terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi Fidel yang berusia 84 tahun itu jauh dari sekarat, terlebih dalam bulan-bulan terakhir. Juli lalu dia muncul setelah empat tahun tak tampak di muka umum, dan kini hampir tiap pekan muncul, tampak renta, tetapi tetap tajam secara mental.

Dua kawat dari Desember 2009 mengungkapkan sebuah upaya yang gagal oleh Raul Castro untuk membuka sebuah saluran baru untuk dialog dengan AS. Tawaran Raul Castro itu disampaikan pertama lewat Menlu Spanyol Miguel Angel Moratinos kepada Farrar untuk membuka pembicaraan langsung dengan Gedung Putih dan yang kedua lewat Moratinos kepada Menlu AS Hillary Clinton. (AP/DI)



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X