Inilah Alasan Assange Bocorkan Rahasia

Kompas.com - 08/12/2010, 11:38 WIB
EditorEgidius Patnistik

MELBOURNE, KOMPAS.com Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, melakukan pembelaan terkait penerbitan dokumen-dokumen rahasia AS dalam sebuah editorial harian The Australian yang diterbitkan secara online, Rabu (8/12/2010) pagi.

Assange menulis, WikiLeaks sedang menjalankan sebuah misi penting, yaitu, "Memublikasikan fakta-fakta yang perlu diketahui publik tanpa rasa takut. Masyarakat demokratis membutuhkan media yang kuat dan WikiLeaks merupakan bagian dari media," tulisnya sebagaimana dikutip CNN. "Media membantu dalam menjaga pemerintah untuk (tetap) jujur. WikiLeaks telah menelanjangi beberapa kebenaran tentang perang Irak dan Afganistan serta membongkar cerita tentang korupsi korporasi."

Assange, warga Australia, berpendapat, "WikiLeaks pantas mendapat perlindungan, bukan ancaman dan serangan serta kecaman keras dari Pemerintah Australia. "Kami underdog," tulisnya. "Pemerintah (Perdana Menteri Julia) Gillard sedang mencoba untuk menembak si pembawa pesan karena tidak ingin kebenaran itu terungkap, termasuk informasi tentang masalah-masalah diplomatik dan deal-deal politiknya. Apakah ada tanggapan dari Pemerintah Australia terkait sejumlah ancaman terbuka terhadap saya dan personel WikiLeaks lainnya? Orang mungkin menyangka, seorang perdana menteri Australia akan membela seorang warganya terhadap hal-hal semacam itu. Yang ada hanyalah klaim tak penting yang sepenuhnya tidak berdasar."

Assange dituduh melakukan kekerasan seksual dan pemaksaan melanggar hukum di Swedia. Dia sekarang berada dalam penjara di London, Inggris, sambil menunggu keputusan pengadilan tentang ekstradisinya ke bangsa Skandinavia itu. Ia ditahan setelah menyerahkan diri di kantor polisi London.

Assange mengatakan, pembocoran dokumen tentang perang Afganistan dan Irak tidak termasuk menentang semua jenis perang. "Orang-orang bilang saya anti-perang. Harap dicatat, saya tidak (anti-perang)," katanya. "Kadang-kadang, bangsa-bangsa perlu pergi berperang dan ada perang-perang yang adil. Namun, tidak ada yang lebih buruk daripada pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya tentang perang-perang itu, lalu meminta warga yang sama untuk mempertaruhkan nyawa mereka dan pajak mereka pada rangkaian kebohongan itu. Jika sebuah perang dibenarkan, maka katakan yang sebenarnya dan biarakan orang-orang memutuskan apakah akan mendukungnya."

Pemimpin redaksi WikiLeaks itu menyalahkan politisi Australia yang bergabung dengan Departemen Luar Negeri AS ketika menyataan bahwa bocoran dokumen itu mengancam nyawa, membahayakan hidup para tentara dan keamanan nasional, lalu pada saat bersamaan mengatakan bahwa "tidak ada yang penting" dalam publikasi WikiLeaks itu. "Itu tidak bisa keduanya," katanya. "WikiLeaks memiliki sejarah penerbitan selama empat tahun. Selama waktu itu, kami telah mengubah semua pemerintah, tetapi tidak seorang pun, sejauh yang disadari, telah dirugikan. Namun, AS, dengan keterlibatan Australia, telah menewaskan ribuan orang hanya dalam beberapa bulan terakhir."

Assange mengatakan, dokumen yang dibocorkan WikiLeaks telah diterbitkan oleh setidaknya empat media publikasi utama dunia: The New York Times (AS), El Pais (Spanyol), The Guardian (Inggris), dan Der Spiegel (Jerman). Namun ia bertanya-tanya, mengapa hanya organisasinya, WikiLeaks, yang menghadapi serangan paling ganas dan tuduhan dari Pemerintah AS dan para sekutunya.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X