340 Janin Ditemukan Membusuk di Kuil

Kompas.com - 18/11/2010, 14:26 WIB
EditorEgidius Patnistik

BANGKOK, KOMPAS.com — Lebih dari 340 janin ditemukan di sebuah kuil Buddha di Bangkok. Temuan itu bermula dari bau busuk yang memicu keluhan, kata polisi Rabu (17/11/2010).

Kasus ratusan janin itu, yang berasal dari klinik-klinik aborsi ilegal, telah menyebabkan enam pengurus mayat ditahan untuk dimintai keterangan, kata Letnan Kolonel Polisi Chusak Kumsai. Kepala pengurus mayat kuil itu mengaku telah menerima janin dari beberapa klinik, kata Kumsai. Kuil-kuil di Thailand biasanya memiliki pengurus mayat yang bertugas mempersiapkan jenazah bagi proses kremasi.

Janin-janin tersebut telah diambil dari Kuil Chotinaram Phai-nguern di Bangkok pusat itu dan dibawa ke Institut Forensik Chulongkorn untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

"Saya pikir (janin-janin itu berada di kuil) karena insinerator baru sedang dalam tahap pembangunan," kata seorang warga, Puak Eiamchan, seperti dikutip CNN. "Jadi, kuil itu tidak dapat menerima mayat untuk dikremasi selama hampir dua bulan sampai sekarang ini. Saya yakin, orang yang melakukan ini pasti telah melakukannya selama beberapa waktu, dan kali ini terungkap karena mereka tidak dapat membakar janin-janin itu dan mereka menumpuknya hingga ratusan, lalu bau busuk itu mulai mengungkapkan kejahatan tersebut."

Aborsi merupakan hal ilegal di Thailand, tetapi perempuan diperbolehkan melakukan aborsi jika mereka menjadi korban perkosaan, atau jika kehamilan membahayakan kehidupan sang ibu, kata Pavena Hongskul, pendiri Yayasan Pavena untuk Anak dan Perempuan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X