PBB: Korut Ekspor Teknologi Nuklir

Kompas.com - 12/11/2010, 12:49 WIB
EditorEgidius Patnistik

NEW YORK, KOMPAS.com — Sebuah panel ahli PBB, dalam laporannya, menuduh Korea Utara  telah mengekspor teknologi rudal nuklir dan balistik yang dilarang ke sejumlah negara.

Laporan setebal 75 halaman itu, yang dibuat panel beranggotakan tujuh orang dan dilaporkan kepada Dewan Keamanan (DK) PBB, menyatakan bahwa Korut terlibat dalam aktivitas terkait rudal balistik dan nuklir di negara-negara tertentu, termasuk Iran, Suriah, dan Myanmar, dan bahwa perhatian khusus harus diberikan oleh semua negara anggota (DK PBB) untuk menghambat kegiatan tersebut. Laporan itu, yang dirilis minggu ini, telah ditunda publikasinya selama enam bulan oleh China, sahabat dekat Korea Utara, kata seorang diplomat yang akrab dengan kasus tersebut. Diplomat itu berbicara dalam briefing yang memberi latar belakang laporan itu dan tidak ingin diidentifikasi.

Para ahli itu menulis bahwa Korut berkelit dari sanksi-sanksi PBB dan menyamarkan transaksi keuangan dengan menggunakan "entitas-entitas luar negeri, jaringan perusahaan, mekanisme transfer informal, kurir yang membawa uang kas, dan perjanjian barter". Laporan tersebut, sebagaimana dilansir CNN, Jumat (12/11/2010), juga membeberkan bahwa Korut telah membentuk jaringan internasional yang sangat canggih untuk akuisisi, pemasaran dan penjualan senjata dan peralatan militer, dan ekspor senjata telah menjadi salah satu sumber utama negara itu untuk memperoleh devisa."

Laporan tersebut merinci beberapa cara yang dilakukan Korut, secara resmi dikenal sebagai Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), untuk lolos dari sanksi PBB. Pertama, Korut diyakini menggunakan kargo udara untuk menangani ekspor senjata bernilai tinggi dan sensitif. Kargo dapat dikirim dengan kargo udara langsung dari Korut ke negara tujuan. Beberapa pesawat kargo modern, misalnya, bisa terbang non-stop dari Korut ke Iran. Kedua, kata laporan itu, Korut mengapalkan komponen, untuk kemudian merakit senjata di luar negeri, dalam bentuk knock-down kits yang dapat dikirim ke pabrik perakitan asing. Dalam beberapa kasus, cara ini merupakan operasi kunci dengan partisipasi teknisi, ilmuwan, dan spesialis dari Korut.

Belum ada tanggapan dari Pemerintah Korut soal laporan itu. DK PBB mengenakan sanksi terakhir untuk Korut pada tahun 2009 setelah negara itu melakukan uji coba nuklir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.