Rusia Cemaskan Aktivitas Nuklir Korut

Kompas.com - 10/11/2010, 13:40 WIB
EditorEgidius Patnistik

MOSKOWA, KOMPAS.com — Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, telah menyuarakan kekhawatirannya pada program senjata nuklir Korea Utara dalam wawancara yang dipublikasikan Selasa, pada malam kunjungannya ke Korea Selatan.

Medvedev mengatakan kepada media Korea Selatan bahwa program Pyongyang itu telah menimbulkan tantangan sistemik pada rezim non-proliferasi nuklir internasional dan mengatakan, ia mengkhawatirkan kegiatan nuklir di dekat perbatasan Rusia itu. "Secara alamiah itu memperingatkan kami bahwa ambisi nuklir Korea Utara (Korut) telah menciptakan ketegangan militer dan politik di Asia timur laut, langsung dekat perbatasan timur Rusia," kata Medvedev dalam wawancara yang disiarkan di situs internet Kremlin. "Untuk tidak menyebutkan bahwa tempat uji coba nuklir Korea Utara itu terletak hanya lebih sedikit dari jarak 100 kilometer dari wilayan kami."

Aktivitas nuklir Korut mungkin akan muncul dalam pembicaraan Medvedev dengan Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak, dan dengan para pemimpin dunia yang menghadiri pertemuan puncak di Korea Selatan pekan ini, termasuk Presiden Barack Obama dan Presiden China, Hu Jintao. Seperti pada masa lalu, Medvedev menekankan bahwa konflik itu harus dipecahkan melalui diplomasi damai.

Moskwa, salah satu  pendukung Korut pada era-Soviet, merupakan satu dari lima kekuatan regional bersama dengan AS, China, Jepang, da Korea Selatan yang telah mendesak Pyongyang untuk mengekang aktivitas nuklirnya. Akan tetapi, pembicaraan enam pihak untuk membuat semenanjung Korea yang bebas nuklir telah membeku sejak Desember 2008 karena perselisihan mengenai bagaimana membuktikan langkah-langkah Korut untuk mencacatkan program nuklirnya, dan Pyongyang menyatakan proses itu telah mati awal tahun ini.

Rusia telah menyuarakan kegelisahan atas uji coba ledakan nuklir dan rudal jarak jauh Pyongyang sejak 2006. Rusia juga telah cenderung makin keras kepada Iran, mitra dagang dan langganan senjatanya dalam waktu lama, tetapi Medvedev memberi kesan Korut lebih besar ancamannya. "Meskipun fakta bahwa Iran sering meminta perhatian khusus, saya akan mengemukakan bahwa Teheran, tidak seperti Pyongyang, tidak pernah menyatakan dirinya sebagai kekuatan nuklir,  tidak menguji coba senjata nuklir, dan tidak mengancam untuk menggunanan senjata itu," katanya.

Ucapan pemimpin Kremlin itu mendahului penerbitan tak lama lagi laporan PBB yang memberi kesan bahwa Korut mungkin telah memasok Suriah, Iran, dan Myanmar dengan teknologi nuklir yang dilarang. Penerbitan laporan itu ditangguhkan selama berbulan-bulan oleh China dalam upaya untuk melindungi negara yang memiliki hubungan dengan  Beijing itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.