Pasukan Irak Serbu Gereja, 37 Tewas

Kompas.com - 01/11/2010, 09:18 WIB
EditorEgidius Patnistik

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pasukan keamanan Irak, Minggu (31/10), menyerbu sebuah gereja Katolik di Baghdad guna mengakhiri penyanderaan terhadap sekitar 100 umat yang sedang misa. Penyanderaan itu dilakukan orang-orang bersenjata yang dicurigai memiliki hubungan dengan jaringan teroris Al Qaeda.

Para pejabat polisi Irak, sebagaimana dilaporkan CNN, Senin, mengatakan, sedikitnya 37 orang tewas dalam operasi itu, termasuk para sandera, penculik dan petugas keamanan. Setidaknya tujuh sandera tewas, kata polisi, dan 57 lainnya cedera.

Sementara itu, delapan orang tersangka berhasil ditangkap. "Semua tanda menunjukkan bahwa kejadian ini melibatkan Al Qaeda," kata Menteri Pertahanan Irak, Abdul Qader Obeidi, kepada televisi negara, Minggu. Dia mengatakan, sebagian besar sandera tewas atau cedera ketika penculik meledakan bahan peledak di dalam Gereja Our Lady of Salvation yang terletak di Baghdad tengah dekat Zona Hijau yang dijaga sangat ketat.

Kelompok Negara Islam Irak kemudian mengaku bertanggung jawab atas serangan itu melalui sebuah pernyataan yang di-posting di sebuah situs Islam radikal. Kelompok itu mencakup sejumlah organisasi ekstremis Sunni dan memiliki hubungan dengan Al Qaeda di Irak.

Letnan Kolonel Eric Bloom, jurubicara militer AS di Baghdad, mengatakan, sekitar 10 sandera tewas dan antara 20 dan 30 orang terluka dalam operasi itu. Tujuh petugas keamanan Irak dan antara lima hingga tujuh pemberontak juga tewas, katanya . Sementara Kolonel Kadhim Basheer Saleh, jurubicara pertahanan sipil Irak, mengatakan, 15 warga sipil, empat polisi dan delapan penyerang tewas dalam kejadian itu.

Kekerasan telah menurun dengan cepat di Irak sejak puncak pertumpahan darah sektarian tahun 2006-2007, tapi serangan oleh gerilyawan Sunni yang memiliki hubungan dengan Al Qaeda dan milisi Syiah terus terjadi setiap hari. Kegagalan para pemimpin Irak untuk menyetujui pemerintah baru hampir delapan bulan setelah pemilihan yang tak meyakinkan telah meningkatan ketegangan persis ketika pasukan AS mengurangi kehadiran mereka dan mengakhiri operasi tempur sebelum penarikan penuh tahun depan.

Beberapa pejabat keamanan Irak mengatakan, mereka telah memperingatkan kemungkinan serangan terhadap pertemuan besar, khususnya di gereja. "Kami memperkirakan serangan akan terus dan meningkat dalam beberapa hari mendatang," kata Letnan Jendral Hussein Kamal, wakil menteri dalam negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saksi Beberapa saksi melaporkan telah melihat banyak mayat di dalam geraja setelah sejumlah pria bersenjata yang memakai rompi bunuh diri melemparkan granat atau meledakkan diri mereka saat pasukan Irak menyerang bangunan itu. Para gerilyawan mengepung salah satu gereja terbesar di Baghdad itu ketika lebih dari 100 orang menghadiri misa Minggu di sebuah distrik yang masuk Zona Hijau. Di Zona Hijau terdapat sejumlah kantor kedutaa besar dan pemerintah Irak.

Seorang perempuan Kristen yang disandera di Gereja Our Lady of Salvation itu menuturkan kepada Reuters, ada banyak mayat di dalam bangunan tersebut. "Ketika saya berusaha untuk menemukan jalan keluar, dalam kegelapan, saya berjalan di atas mayat," katanya. "Ada banyak mayat di sana".

Seorang polisi federal mengatakan, para penyerang telah meminta pembebasan para tawanan Al Qaeda, termasuk janda Abu Omar al-Baghdadi, mantan kepala Pusat Islam Irak, yang tewas April lalu. Dalam telepon terpisah ke stasiun televisi Baghdadiya, seorang pria yang mengaku sebagai salah seorang penyerang menyatakan, kelompok itu juga ingin para tawanan Al Qaeda dibebaskan di Mesir.

Beberapa sumber polisi mengatakan, mereka yakin sasaran awal serangan itu adalah bursa efek Irak dekat gereja itu, yang mendaftar beberapa puluh perusahaan setempat.

Our Lady of Salvation merupakan satu dari lima gereja di Baghdad dan Mosul yang dihantam dalam serangan terkoordinasi pada Agustus 2004 yang menyebabkan 12 orang tewas. Populasi orang Kristen sekitar 1,5 juta dari seluruh penduduk Irak sekitar 23 juta, yang sebagian besar Muslim. Kelompok-kelompok Kristen di negara itu termasuk orang-orang Kristen Kaldea, Koptik, Katolik Roma dan Melkite, Maronit serta Orthodoks Yunani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.