Presiden SBY Meminta Rusia Tekan Israel

Kompas.com - 31/10/2010, 11:49 WIB
EditorBenny N Joewono

HANOI, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap Rusia dapat mendorong keberhasilan pertemuan negara enam pihak untuk meredakan ketegangan di kawasan Semenanjung Korea.

"Khusus untuk pertemuan puncak ASEAN-Rusia, saya berharap Rusia mendorong diselenggarakannya pertemuan six party talks agar Semenanjung Korea tidak jadi kawasan panas," kata Presiden dalam konferensi pers di Hanoi, Minggu (31/10/2010) pagi, sebelum kembali ke Jakarta.

Presiden mengatakan, Rusia juga diminta untuk berperan dalam pembicaraan konflik Israel-Palestina.

"Meminta Rusia menekan Israel karena membangun permukiman yang kita anggap ilegal," katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga mengatakan bahwa dalam pertemuan puncak ke-18 ASEAN di Bali mendatang, Indonesia akan mengusung deklarasi yang menunjukkan komitmen ASEAN pada dunia global sehingga turut berperan aktif dalam menciptakan tatanan dunia yang adil dan sejahtera.

Presiden Yudhoyono juga menjelaskan bahwa ia terpaksa membatalkan pertemuan dwipihak dengan China, Korea Selatan, Selandia Baru, dan Jepang di sela-sela pertemuan puncak ke-17 di Hanoi karena terpaksa kembali ke Indonesia untuk meninjau proses tanggap darurat di Mentawai.

"Meski batal, pada prinsipnya saya telah bertemu di sela-sela summit, pembicaraan substantif, mereka ingin bekerja sama di bidang ekonomi," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Senin, Mentawai digoncang gempa dan tsunami setinggi lebih dari 3 meter yang mengakibatkan sedikitnya 400-an orang meninggal dan puluhan yang lain masih hilang.

Besarnya skala bencana di Mentawai membuat Presiden Yudhoyono yang telah berada di Hanoi guna mengikuti pertemuan puncak ke-17 ASEAN kembali ke Indonesia untuk meninjau proses tanggap darurat di daerah itu.

 

 

 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X