Israel Periksa 2 Warga Arab Soal Marmara

Kompas.com - 25/10/2010, 02:30 WIB
Editoryuli

YERUSALEM, KOMPAS.com - Dua warga Arab Israel yang ditangkap saat marinir Israel menyerbu kapal bantuan tujuan Gaza, Mavi Marmara, 31 Mei 2010 lalu, akan memberikan kesaksian di hadapan komisi Israel yang menyelidiki operasi itu.

Mereka akan menjadi yang pertama dan mungkin hanya dua aktivis yang naik kapal itu saja yang akan memberikan kesaksian di hadapan yang disebut Komisi Tirkel. Komisi itu dibentuk untuk menyelidiki keabsahan serangan tersebut, tempat sembilan aktivis Turki ditembak hingga tewas.

Kedua orang itu, Mohammed Zedan dan Sheikh Hamad Abu Daabis, yang berada di dek kapal feri Mavi Marmara ketika kapal itu ditangkap di perairan internasional dengan lima kapal lainnya, pada awalnya menolak memberikan kesaksian.

"Komisi Tirkel telah mengundang saya pada awal kesaksian tapi saya tolak dan saya telah mengirim surat untuk menjelaskan penolakan saya," ujar Zedan.

"Saya jelaskan bahwa saya tidak dapat bekerja sama dengan komisi itu karena komisi itu ditunjuk oleh pemerintah, yang merupakan pihak yang bercekcok ... Saya menganggapnya sebagai tidak berarti dan rekomendasinya tak dapat diterima."

Ia dan Abu Daabis mengubah pikiran mereka setelah diperingatkan oleh pemerintah Israel bahwa mereka telah diminta oleh undang-undang untuk hadir.

Komisi empat orang Israel yang dipimpin oleh bekas hakim mahkamah agung Yaakov Tirkel dan digabungi oleh dua pengawas asing itu telah mendengar kesaksian dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Petahanan Ehud Barak, tapi belum diperbolehkan untuk menanyai salah seorang tentara yang terlibat dalam serangan itu.

Israel sudah mengatakan, tentara pasukan khusus menggunakan peluru tajam hanya setelah mereka diserang dengan sejumlah pisau dan aktivis yang memegang pentungan, sementara para aktivis menuduh tentara yang memulai menembak dari saat mereka mendarat di dek kapal.

Serangan mematikan itu telah memicu kebencian internasional, ketegangan hubungan yang pernah dekat antara Israel dan Turki, yang telah menuntut permintaan maaf dan penyelidikan internasional terhadap insiden itu.

Sekjen PBB telah mengadakan penyelidikan terpisah atas serangan itu, dan Dewan HAM PBB sebelumnya telah mengeluarkan laporan yang menuduh Israel telah melanggar hukum kemanusiaan internasional dan HAM.

Israel menolak penyelidikan yang belakangan dari permulaan sebagai "berat sebelah". Sebanyak 1,3 juta warga Arab di Israel merupakan 20 persen dari penduduknya, dan merupakan orang-orang Palestina yang tetap tinggal di negara itu setelah pembentukan negara Yahudi, dan keturunan mereka.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

    Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X