China Tangkapi Aktivis

Kompas.com - 19/10/2010, 03:49 WIB
Editor

BEIJING, SENIN - Kemarahan Pemerintah China atas pemberian Hadiah Nobel Perdamaian kepada aktivis prodemokrasi Liu Xiaobo ternyata masih berlanjut. Para aktivis pendukung Xiaobo mendadak menghilang dan dilaporkan ditangkap oleh aparat keamanan China.

Tiananmen Mothers, organisasi yang beranggotakan para ibu dan keluarga korban Tragedi Tiananmen 1989, membuat pernyataan resmi di akun Facebook mereka, Senin (18/10). Mereka mengecam tindakan polisi menangkapi para aktivis pendukung Xiaobo, menuntut pembebasan mereka, dan pembebasan istri Xiaobo, Liu Xia, yang dikenai tahanan rumah sejak 8 Oktober.

Salah satu aktivis yang hilang adalah Ding Ziling (73), penggagas dan pemimpin Tiananmen Mothers. Ding dan suaminya, Jiang Peikun, tidak bisa dihubungi sejak empat hari lalu karena telepon seluler mereka dimatikan.

”Kami mengecam pemerintah yang telah mengambil kemerdekaan pribadi Ding Ziling. Ini adalah tindak kriminal,” tutur Zhang Xianling, salah satu anggota Tiananmen Mothers.

Menurut Zhang, sahabat Xiaobo dan seorang penulis, Jian Qisheng juga sudah hilang lebih dari seminggu dan diduga kuat berada dalam tahanan polisi.

Jaringan aktivis Chinese Human Rights Defenders melaporkan, aktivis Tu Fu ditangkap polisi saat berada di Bandara Beijing, Sabtu pekan lalu. Aktivis lainnya, Zhang Hui, dikenai tahanan rumah.

Pasangan suami istri aktivis, Liao Shuangyuan dan Wu Yuqin, juga dilaporkan masih ditahan polisi sejak mereka ditangkap setelah menghadiri sebuah pesta makan malam di Beijing untuk merayakan kemenangan Xiaobo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak dilirik oleh komite

Tabloid The Global Times, salah satu corong Partai Komunis China, Minggu, memuat pernyataan yang menuduh Komite Nobel Norwegia sengaja memprovokasi benturan ideologi antara China dan dunia Barat. ”Diharapkan Komite Nobel akan memikirkan ulang pilihan buruk mereka itu dan meminta maaf kepada masyarakat China,” tulis tabloid tersebut.

Saat berbicara di forum World Policy Conference di Marrakesh, Maroko, Minggu, Wakil Menteri Luar Negeri China Fu Ying mempertanyakan mengapa Komite Nobel selalu memilih orang-orang yang ”aneh” bagi rakyat China, seperti Liu Xiaobo dan Dalai Lama, sebagai peraih Hadiah Nobel Perdamaian.

”Kalau Anda orang China, Anda cukup berbuat sesuatu yang aneh untuk melawan China dan kemungkinan besar Anda akan dinominasikan (mendapat Hadiah Nobel Perdamaian),” tutur Fu.

Fu memberi contoh ”pahlawan sejati” dari China, seperti ahli pertanian Yuan Longping, yang tidak pernah dilirik Komite Nobel, padahal sudah membantu menghapus kemiskinan dan memberi makan 1,3 miliar penduduk China dengan temuan padi hibridanya.

Fu menjelaskan, huruf China untuk kata ”perdamaian” terdiri atas dua unsur, yakni unsur beras dan mulut. ”Sepanjang sejarah kami percaya bahwa saat semua mulut sudah diberi makan, perdamaian akan terwujud di bumi,” ujar Fu. (AFP/DHF)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.