Sudah 1.156 Tewas Digempur Pesawat AS

Kompas.com - 19/10/2010, 03:42 WIB
Editoryuli

MIRANSHAH, KOMPAS.com — Pesawat tak berawak Amerika Serikat menembakkan sejumlah peluru kendali ke bangunan dan kendaraan di sebuah desa di daerah Waziristan Utara, Pakistan, Senin (18/10/2010).

Akibat serangan itu, enam orang tewas. Akan tetapi, menurut pejabat keamanan senior, mereka adalah militan, bukan warga sipil. Anehnya, pejabat itu mengakui, "Jati diri mereka yang tewas dalam serangan itu belum diketahui." Dikabarkan, masih ada empat pesawat tak berawak lagi yang terbang di daerah Datta Khel.

Seorang pejabat keamanan lain mengonfirmasi serangan yang terjadi di desa Sunzalai dekat Datta Khel, sekitar 45 kilometer sebelah barat Miranshah, kota utama di Waziristan Utara. Wilayah ini terkenal sebagai ajang panas Taliban dan gerilyawan yang terkait dengan Al-Qaeda.

"Enam peluru kendali (rudal) ditembakkan ke bangunan dan kendaraan itu dan melukai lima militan lain," kata seorang pejabat keamanan setempat. Bangunan itu milik suku setempat, tambah pejabat itu.

Para pejabat Amerika Serikat mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al-Qaeda di kawasan suku barat laut, tempat para militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung Pemerintah Pakistan.

Sejumlah pejabat Pakistan melaporkan, sedikitnya 21 serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat menewaskan sekitar 120 orang pada September, bulan paling mematikan dalam serangan semacam itu.

Sekitar 1.150 orang tewas dalam lebih dari 140 serangan pesawat tak berawak di Pakistan sejak Agustus 2008, termasuk sejumlah militan senior. Dengan demikian, 6 orang yang tewas terakhir ini menambah daftar korban tewas menjadi 1.150 orang.

Pejabat-pejabat Amerika Serikat mengatakan, pesawat tak berawak merupakan senjata sangat efektif untuk menyerang kelompok militan. Namun, korban sipil yang berjatuhan dalam serangan-serangan itu telah membuat marah penduduk Pakistan.

Gempuran-tempuran itu telah mengobarkan sentimen anti-Amerika di negara Muslim konservatif itu.

Amerika Serikat meningkatkan serangan peluru kendali oleh pesawat tak berawak ke Waziristan Utara setelah seorang pengebom bunuh diri Jordania menyerang sebuah pangkalan Amerika Serikat di seberang perbatasan di Provinsi Khost, Afganistan, pada akhir Desember, yang menewaskan tujuh pegawai CIA.

Pakistan mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah barat laut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afganistan.

Kawasan suku Pakistan, terutama Bajaur, dilanda kekerasan sejak ratusan anggota Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda melarikan diri ke wilayah itu setelah invasi pimpinan Amerika Serikat pada akhir 2001 menggulingkan pemerintahan Taliban di Afganistan.

Pasukan Pakistan meluncurkan ofensif udara dan darat ke kawasan suku Waziristan Selatan pada 17 Oktober 2009, dengan mengerahkan 30.000 prajurit yang dibantu jet tempur dan helikopter meriam.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X