Topan Super Ancam Filipina - Kompas.com

Topan Super Ancam Filipina

Kompas.com - 18/10/2010, 10:28 WIB

MANILA, KOMPAS.com - Tim tanggap darurat Filipina berada dalam kondisi siaga, Senin pagi, menjelang terjangan sebuah "topan super" yang dapat memicu banjir dan tanah longsor.

Topan Super Megi, juga dikenal sebagai Juan, diperkirakan mendarat Senin siang ini dengan angin berkecepatan lebih dari 200 kilometer per jam (124 mph), kata Mario Montejo, sekretaris sains dan teknologi Filipina. Senin pagi, Megi membawa angin berkecepatan 287 kilometer per jam (178 mph) dengan hembusan sampai 350 kilometer per jam (217 mph) saat mengarah ke Filipina, kata Pusat Gabungan Peringatan Topan.

"Kekuatan angin badai tropis dan badai hujan lebat ini sudah mempengaruhi daerah-daerah sepanjang pantai," kata ahli meteorologi CNN Taylor Ward. "Dari titik ini ke depan, kondisi cuaca diperkirakan akan cepat memburuk." Ahli meteorologi CNN, Ivan Cabrera, menyebut Megi sebuah rakasa raksasa.

Selain angin kencang, wilayah di utara Pulau Luzon akan mengalami hujan 300 mm (12 inci),  sementara daerah yang lebih terisolasi dapat mengalami curah hujan hingga 500 mm (20 inci), kata Ward. Topan dengan intensitas seperti itu juga dapat menimbulkan gelombang badai setinggi 6 sampai 8 meter, dan mengancam pusat populasi penduduk di sepanjang pantai.

Minggu, pada pukul 5 sore, topan tersebut masih berada sekitar 390 kilometer di timur Aparri, Cagayan, menurut kanto berita negara Filipina. Topan itu bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 22 kilometer per jam. Montejo mengatakan, pemerintah khawatir dengan kecepatan dan kekuatan topan tersebut.

"Anginnya terus-menerus meningkat," kata James Reynolds, pemburu badai yang berada di Luzon, kepada CNN, Senin pagi. "Sayangnya, ini adalah bagian dari dunia di mana infrastruktur dan jaringan listrik cukup rapuh serta banyak orang tinggal di rumah cukup rawan," katanya.

Warga di dataran rendah dan daerah pantai disarankan untuk menuju lokasi yang lebih aman, dan pihak berwenang sedang membahas kemungkinan evakuasi paksa. Saat topan melintasi daerah Luzon yang bergunung, diharapkan kondisi itu bisa menurunkan intensitas topan sebelum berpindah ke Laut China Selatan. Megi diperkirakan menjatuhkan hujan dalam jumlah besar di atas pegunungan, yang berpotensi memicu tanah longsor dan banjir lokal. Topan itu juga dapat merusak sejumlah besar lahan pertanian. "Ribuan hektar lahan pertanian berada dalam bahaya menjadi hancur," kata Cabrera.

Minggu, juru bicara angkatan laut Filipina Letnan Kolonel Edgard Arevalo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa personel tanggap bencana yang dilengkapi dengan perahu karet dan perlengkapan penyelamatan lainnya berada dalam kondisi siaga di beberapa daerah.


EditorEgidius Patnistik

Terkini Lainnya

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional
Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Regional
Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Internasional
Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Nasional
3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

Regional

Close Ads X