Alat Vital Pria Papua Ini Dipukuli

Kompas.com - 18/10/2010, 09:32 WIB
EditorJimmy Hitipeuw

KOMPAS.com — Hasil tayangan video ini menunjukkan seorang pria Papua yang alat kelaminnya dipukul dengan sebatang benda tumpul saat diinterogasi oleh beberapa orang yang diduga personel keamanan Indonesia. Tayangan video yang meresahkan ini muncul saat Pemerintah Indonesia dihadapkan pada gelombang kritik sehubungan dengan dugaan penganiayaan oleh pasukan keamanan terhadap anggota separatis di Papua.

Pria Papua ini ditelanjangi dan salah satu interogator menindih dada pria yang diduga anggota separatis ini dengan kakinya seraya menanyakan lokasi penyimpanan senjata. Setelah pria tersebut menjawab dengan menyebukan lokasi penyimpanan senjata ada di sebuah kandang babi, salah satu interogator berteriak: "Bohong, bohong."

Interogator lainnya menganiaya pria Papua itu dengan menggunakan sebatang benda tumpul yang diambil dari kobaran api dan mengepulkan asap. Pria ini mengerang kesakitan saat tindakan penganiayaan itu dilakukan berulang kali.

Tayangan video ini diambil dengan menggunakan kamera telepon seluler oleh salah satu interogator yang mengenakan pakaian preman. Sulit untuk memverifikasi identitas personel keamanan yang mengenakan pakaian preman dalam tayangan video. Namun, hasil tayangan dapat menunjukkan interogator cukup profesional.

Seperti ditunjukkan dalam tayangan berdurasi 10 menit itu, sepucuk senjata M-16 digunakan dalam interogasi dan ditodongkan ke arah mulut pria yang diduga anggota OPM itu. Tayangan ini telah beredar luas di YouTube dan dimuat oleh harian Australia, Sydney Morning Herald. Herald belum berhasil mendapatkan tanggapan atas laporan ini dari Kepolisian Negara Republik Indonesia ataupun Tentara Nasional Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.