Ratusan Pendaki Merapi Urung ke Puncak

Kompas.com - 17/10/2010, 08:14 WIB
EditorIgnatius Sawabi

BOYOLALI, KOMPAS.com — Ratusan pendaki dari sejumlah daerah telah membatalkan melakukan pendakian ke Gunung Merapi melalui  jalur Selo, Kabupaten Boyolali, sejak gunung itu diinformasikan mengalami peningkatan status menjadi "Waspada".       "Jumlahnya sekitar 300-an orang yang mendaftar pendakian, tetapi mereka batal naik ke puncak Merapi, sejak jalur Selo, Boyolali, ditutup sementara, pada tanggal 23 September 2010 hingga sekarang," kata Ketua Tim SAR Barameru, Desa Lencoh, Selo, Samsuri, di Boyolali, Minggu (17/10/2010).       Ratusan pendaki tersebut, kata Samsuri, datang dari sejumlah daerah, seperti Kota Solo, Semarang, Wonosobo, Yogyakarta, dan Jakarta. Mereka mengurungkan pendakian ke puncak karena status Gunung Merapi meningkat menjadi waspada.       Menurut Samsuri, permintaan terakhir dari Mapala Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) yang akan melakukan pendakian massal ke Merapi, rencana pada tanggal 23 Oktober ini.       Namun, jalur Merapi untuk sementara masih ditutup untuk pendakian, maka mereka mengalihkan ke Gunung Merbabu.       "Mereka ada sekitar 80 orang yang akan melakukan kegiatan pendakian. Mereka kemudian rencana mengalihkan ke Merbabu melalui jalur Selo, Boyolali," kata Samsuri.       Menurut dia, para pendaki tersebut meminta izin pendakian ke Tim SAR Barameru dengan datang ke basecamp New Selo di Dusun Plalangan, Desa Lencoh. Bahkan, mereka ada yang memberitahu hanya melalui telepon selulernya untuk izin pendakian.       Namun, kondisi Merapi hingga sekarang statusnya belum ada perubahan dan tidak aman bagi pendaki. Karena itu, mereka tidak diizinkan melakukan pendakian.       Apalagi, menurut dia, kondisi cuaca beberapa hari ini di kawasan puncak kelihatan tidak bersahabat bagi pendakian. Sering turun hujan lebat, petir, dan berkabut. Hal itu, akan menyulitkan dan berbahaya bagi para pendaki.       Menurut Kepala Kepolisian Sektor Selo Polres Boyolali AKP Suparma, pihaknya untuk sementara tidak memberikan izin para pendakian ke Merapi karena kondisi status masih waspada.       Namun, jika kondisi Merapi sudah aman atau statusnya menurun menjadi normal aktif, mereka dapat melakukan pendakian kembali.       Untuk sementara, desa yang masuk kawasan rawan bencana satu Gunung Merapi di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, telah membentuk tim siaga bencana sebagai langkah antisipasi jika gunung ini meletus.       Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyaralat (Bakesbangpolinmas) Kabupaten Boyolali Sumantri, desa yang membentuk tim siaga, antara lain Tlogolele, Jrakah, dan Klakah.       Tim siaga tersebut terdiri atas perangkat desa, Palang Merah Indonesia (PMI), Tagana, relawan penanganan bencana Merapi, Orari, dan RAPI. Tim siaga ini dilengkapi peralatan pendukung agar komunikasi bisa dilakukan 24 jam nonstop.       "Tim siaga bencana Merapi di desa dikoordinasi oleh kepala desa setempat," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.