Cile, Buah Bibir Dunia - Kompas.com

Cile, Buah Bibir Dunia

Kompas.com - 14/10/2010, 20:51 WIB

KOMPAS.com — Ucapan selamat datang dari seluruh dunia mengalir ke Cile atas penyelamatan 33 petambang yang terperangkap di bawah tanah selama lebih dari dua bulan. Sementara warga Cile bersukacita atas keberhasilan evakuasi, para pemimpin dunia mengirim pesan yang memuji dan menyebut para petambang dan tim penyelamat sebagai inspirasi.

Presiden Obama mengatakan, penyelamatan para pekerja tambang merupakan penghormatan atas kesatuan dan tekad warga Cile. Presiden Cile Sebastian Pinera, sebagaimana warta AP, AFP, dan CNN pada Kamis (14/10/2010), mengatakan, dia yakin semua yang telah terjadi akan mengubah citra negaranya di mata dunia.

Di ibu kota Santiago, orang-orang menangis gembira menyaksikan petambang terakhir, Luis Urzua (54), diangkat dengan kapsul penyelamat ke permukaan tanah dari kedalaman sekitar 700 m, tempat dia dan teman-teman kerjanya terjebak selama hampir 70 hari. Warga di seluruh penjuru negara Amerika Selatan bersorak dan membunyikan klakson kendaraan.

Sebanyak 33 balon dengan motif bendera Cile dilepas ke udara, menandai rampungnya evakuasi petambang terakhir. "Mereka sepertinya terlahir kembali," kata Presiden Pinera dari kawasan pertambangan emas dan perak San Jose, tak jauh dari kota Copiapo, di belahan utara Cile.

Urzua

"Ketika pekerja tambang terakhir diangkat dari kedalaman perut bumi, saya merasa terharu. Saya yakin seluruh rakyat Cile merasakan hal yang sama," kata Presiden Pinera.

Pinera menyambut sendiri setiap petambang yang diselamatkan. Ia secara khusus memuji kepemimpinan Luis Urzua. Presiden menyebut Urzua bagaikan kapten yang bersedia menjadi orang terakhir yang meninggalkan kapal.

Operasi penyelamatan yang luar biasa tersebut resmi selesai begitu evakuasi Urzua rampung.

Penyelia berusia 44 tahun dianggap berperan besar membantu rekan-rekannya bertahan hidup selama 17 hari pertama, ketika mereka terputus sama sekali dari dunia luar.

Enam petugas penyelamat yang diturunkan ke lokasi tambang bawah tanah untuk mengawasi proses evakuasi membentangkan spanduk yang berbunyi, "Misi telah selesai."

Operasi yang akhirnya berlangsung 22 jam itu mengangkat seorang demi seorang dengan kapsul Phoenix 2. Ke-33 pekerja itu kini menjalani pemeriksaan medis intensif di rumah sakit.

Sebagian dari mereka menderita infeksi gigi parah, dan sebagian lagi mengalami gangguan mata akibat hidup dalam tempat kotor dan gelap di pertambangan. Salah seorang didiagnois menderita pneumonia, tetapi kondisinya diyakini tidak gawat.

Menteri Kesehatan Cile Jaime Manalich menekankan, semua pekerja yang telah dievakuasi tersebut berada dalam kondisi lebih baik daripada yang diperkirakan. Tidak seorang pun bertahan hidup selama itu di bawah tanah.

Para pekerja tambang hanya punya bekal makanan yang cukup untuk 48 hari ketika sebagian tambang tembaga dan emas San Jose di gurun Atacama Cile ambruk pada 5 Agustus. Setelah melakukan pengeboran selama 17 hari, tim penolong berhasil melakukan kontak dengan mereka.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorJosephus Primus

    Close Ads X