Ambon Jazz Festival Bikin RMS Angin Lalu

Kompas.com - 10/10/2010, 03:07 WIB
EditorJodhi Yudono

AMBON, KOMPAS.com--Ketua DPRD Maluku, Fatani Sohilauw menyatakan Ambon Jazz Plus Festival (AJPF) 2010 membuktikan stabilitas keamanan di daerah ini tidak terpengaruh tuntuan kelompok yang menamakan diri Republik Maluku Selatan (RMS) di Belanda.

"Saya dalam kapasitas sebagai Ketua DPRD yang membawahi sembilan kabupaten dan dua kota di Maluku memantau tidak ada gejolak terhadap stabilitas keamanan di daerah ini dan perhelatan AJPF 2010 dengan menghadirkan puluhan musisi dan penyanyi, baik dalam maupun luar negeri menunjukkan semakin tinggi kepercayaan dunia internasional," katanya kepada ANTARA, di Ambon, Sabtu.

Fatani mengemukakan tuntutan RMS di Belanda ini jangan digubris rakyat Maluku karena persoalan tersebut di luar negeri sehingga kesadaran masyarakat untuk berperanserta memelihara stabilitas keamanan harus diintensifkan.

"Aksi itu di luar negeri dan kita di Maluku jangan terprovokasi karena itu kewenangan pemerintah Belanda menangani persoalan tersebut," tegasnya.

Dia juga mengimbau masyarakat Maluku agar menyerahkan pembatalan kunjungan Kepala Negara atas undangan Ratu Beatrix diputuskan Presiden Yudhoyono karena berkaitan dengan wibawa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Persoalan diplomatik itu merupakan kewenangan Kepala Negara yang telah menempuh langkah - langkah strategis menyikapi tuntutan RMS di Belanda sehingga masyarakat Maluku sebagai bagian dari NKRI harus menjunjung tinggi kedaulatan dan wibawa bunda pertiwi (Indonesia di mata dunia internasional," ujarnya.

Fatani mengakui masih ada segelintir oknum di Maluku yang masih terprovokasi gerakan organisasi sempalan tersebut dan penanganannya telah disikapi aparat penegak hukum.

"Siapa pun yang berbuat makar terhadap negara tetap diproses hukum dan penanganannya merupakan kewenangan aparat penegak hukum sehingga masyarakat jangan terprovokasi isu - isu menyesatkan karena kenyataan sanak keluarga menjadi korban," katanya.

Fatani mengungkapkan kegembiraannya karena AJPF yang untuk kedua kalinya diselenggarakan tersebut juga disaksikan Dubes Jepang untuk ASEAN Takio Yamada dan Dubes Selandia Baru untuk Indonesia/ASEAN David Taylor, Dirjen Kerjasama Asean, Jauhari Oratmangun dan Kasad, Jenderal TNI. George Toisutta, di Ambon, semalam (Jumat).

"Kehadiran para Dubes negara sahabat tersebut menunjukkan bahwa mereka yakin stabilitas keamanan di Maluku semakin kondusif sehingga berkenan berkunjung ke Ambon, ibu kota provinsi setempat. Jadinya sekembalinya ke Jakarta bisa menyampaikan kondisi sesungguhnya yang disaksikan di daerah ini," ujarnya.

AJPF 2010 diselenggarakan di Taman Budaya Karang Panjang Ambon, 8 - 10 Oktober.

Acara ini menghadirkan sejumlah musisi dalam dan luar negeri diantaranya Andre Hehanussa, Syaharani bersama grupnya ESQI: EF (Syaharani Queenfireworks), Bossanova (Makassar), Startlite (Jakarta)

Kemudian Benny Likumahuwa dan Barry Likumahuwa, penyanyi jazz asal Belanda Brenda Frans, Cristian Alexanda (penyanyi R&B asal Australia), Maya Hasan Sound of Light, Faris RM dan artis Philipina Maribeth.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X