TPM Serahkan BB Kekerasan Israel

Kompas.com - 16/09/2010, 19:01 WIB
EditorMarcus Suprihadi

PBB JAKARTA, KOMPAS.com- Tim Pengacara Muslim (TPM) akan menyerahkan sejumlah barang bukti pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan Israel terhadap sejumlah relawan MERC dalam insiden Freedom Flotila kepada Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sejumlah barang bukti berupa rekaman medis tersebut akan diserahkan perwakilan TPM dalam Sidang Umum Dewan HAM PBB yang berlangsung 27 September di Jenewa, Swiss.

"Ini perjuangan untuk mencari pertanggungjawaban Israel terhadap korban Freedom Flotila. Kita akan berangkat 17 September ini," KATA Ketua Dewan Pembina TPM, Mahendradatta dalam jumpa pers di Sekretariat TPM, Kamis (16/9/2010).

Sebelum menuju Dewan HAM PBB, TPM yang diwakili Mahendradatta dan Adnan Wirawan akan mendatangi Mahkamah Pidana Internasional atau ICC dan Mahkamah Internasional di Den Hag, Belanda untuk menyerahkan bukti yang sama.

Menurut Mahendradatta, bukti rekaman medis berupa baju berdarah, hasil visum relawan korban Freedom Flotila, rekaman kejadian, foto peluru yang diambil dari tubuh korban, cukup kuat membuktikan adanya tindak kekerasan yang dilakukan Israel.

"Ada bukti medis mereka (relawan MERC) diracun. Racun arsen lewat makanan dan minuman. Dari hasil cek darah ada racun walau tidak dalam jumlah besar yang bisa bikim langsung mati. Ini bisa membuat sakit," tuturnya.

Diharapkan, dengan memperjuangkan nasib relawan MERC di tingkat internasional, TPM dapat menunjukkan harga diri bangsa Indonesia di mata dunia.

Mahendradatta juga berharap agar pemerintah menanggapi serius permasalahan dugaan kekerasan oleh Israel dalam Sidang Umum PBB itu. "Kami harapkan pemerintah Indonesia pas disananya jangan cuek. Semoga kita mendapat dukungan penuh dunia dimulai dari masalah ini," pungkasnya.

Permasalahan dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan Israel terhadap relawan MERC tersebut mendapat perhatian serius Perserikatan Bangsa-Bangsa. Buktinya, kata Mahendradatta, PBB mengagendakan pembahasan kasus Mavi Marmara seharian dalam sidangnya ke-15 di Jenewa nanti.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X