Partai NLD Resmi Dibubarkan

Kompas.com - 16/09/2010, 03:12 WIB
EditorBenny N Joewono

YANGON, KOMPAS.com — Partai yang dipimpin tokoh oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, Rabu (15/9/2010), memprotes pembubaran Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dilakukan oleh pihak berwenang di negara yang dikuasai militer karena pemboikotannya terhadap pemilu pertama dalam 20 tahun.

Media pemerintah yang mengutip komisi pemilu pada Selasa malam memberitakan, Partai NLD dibubarkan sesuai dengan undang-undang pemilu yang kontroversial karena tidak mendaftarkan kembali menjelang pemilu 7 November.

Kendatipun pembubaran itu secara otomatis berlaku Mei, ini adalah pertama kali pihak berwenang secara resmi mengumumkan pelarangan terhadap NLD bersama dengan sembilan partai lainnya.

"Komisi pemilu tidak punya hak atau wewenang terhadap organisasi-organisasi yang tidak mendaftarkan diri kepada mereka," kata juru bicara NLD, Nyan Win, kepada wartawan di markas besar partai itu.

NLD tidak melakukan pelanggaran undang-undang pendaftaran partai politik tahun 1988 dengan dasar itu partai tersebut dibentuk, yang akan memerintahkan pembubarannya.

Partai itu memilih memboikot pemilu mendatang karena undang-undang baru tersebut mengharuskan Partai NLD memecat pemimpinnya sendiri dan juga para anggota lainnya yang sedang berada dalam tahanan.

Pemilu itu dikecam luas para aktivis dan Barat sebagai satu permainan yang bertujuan menempatkan wajah sipil dalam kekuasaan militer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suu Kyi, pemenang hadiah Nobel Perdamaian yang selama 20 tahun berada dalam tahanan rumah, dilarang ikut mencalonkan diri dalam pemilu itu.

NLD, yang meraih kemenangan dalam pemilu tahun 1990 tetapi tidak pernah diizinkan memerintah oleh militer, berencana menggugat pemerintah menyangkut pembubaran dan kemenangannya dalam pemilu tahun 1990 yang tidak diakui itu.

"Proses ini masih berlangsung. Kami akan melakukan cara-cara politik yang damai," kata Nyan Win.

Empat partai lainnya juga dibubarkan karena tidak mendaftar kembali, sementara lima partai lainnya—di luar dari 42 partai yang sebelumnya diiizinkan ikut dalam pemilu—dicoret karena tidak memenuhi syarat bagi para kandidat.

Partai-partai oposisi menghadapi hambatan-hambatan berat, termasuk biaya 500 dollar AS untuk setiap kandidat—setara dengan beberapa bulan gaji untuk sebagian besar orang—dan jadwal yang ketat untuk mendaftar kandidat yang akan bertarung.

Kekuatan Demokrasi Nasional, satu partai oposisi yang membangkang dan dibentuk mantan anggota NLD, termasuk partai yang berencana bertarung dalam pemilu itu, satu keputusan yang dapat membuat partai itu berseberangan dengan Suu Kyi, yang lebih ingin NLD memboikot pemilu itu.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.