"Holocaust" Castro Bikin Perancis Uring-uringan

Kompas.com - 12/09/2010, 03:11 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Si Gaek Fidel Castro dianggap bikin perkara oleh Perancis. Soalnya, Jumat (10/9/2010), mantan pemimpin Kuba ini baru saja melancarkan kritik pedasnya soal perlakuan Perancis terhadap para gipsi imigran Roma.

Castro, mantan "Kuba 1" itu, menggunakan kata "holocaust" rasial karena Perancis mengusir para gipsi itu. Perancis beralasan, anggota komunitas gipsi adalah biang keladi meningkatnya kriminalitas di Perancis.

"Penggunakan kata 'holocaust' oleh Castro menunjukkan ketidaktahuannya tentang sejarah dan kebencian terhadap korban holokos. Kata-kata seperti itu tak bisa kami terima," kata Menteri Luar Negeri Perancis Bernard Valero.

Ucapan Castro muncul dalam acara promosi volume kedua dari biografinya di Havana. Dia mengatakan, kaum migran adalah korban jenis lain dari "holocaust" rasial.

Sebelumnya, pada Agustus lalu, sebagaimana catatan AP dan AFP, pihak berwenang Perancis memulangkan ratusan warga ke Romania dan Bulgaria. Kebijakan ini, keruan, langsung mengundang kecaman di seluruh Eropa. Sejak kedua negara menjadi anggota Uni Eropa tiga tahun lalu, banyak anggota komunitas gipsi Roma datang ke Perancis. "Para imigran itu tidak boleh tinggal di Perancis bila tidak mempunyai pekerjaan," begitu penegasan pihak berwajib Perancis.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.