Memahat Rute Indonesia di Elbrus

Kompas.com - 31/08/2010, 02:39 WIB
Editor

Elbrus, Rusia. Langit di atas kepala begitu cerah membiru. Perlahan-lahan kami terus mendaki hamparan salju yang menanjak tajam. Hingga akhirnya hamparan es itu mendatar dan di ujung sana tergeletak pelat aluminium penanda puncak Gunung Elbrus (5.642 meter).

Kami berempat berpelukan. Suasana sunyi menyergap.

Ya! Hanya kami berempat yang saat itu, 24 Agustus 2010 pukul 14.45 waktu setempat, berada di puncak Elbrus: ketua tim Sofyan Arief Fesa (27), Broery Andrews (Fakultas MIPA Universitas Parahyangan, 21), Janatan Ginting (FE Unpar, 21), dan saya sendiri, Xaverius Frans (FE Unpar, 23). Di kejauhan kami lihat serombongan pendaki turun melalui jalur selatan.

Suhu minus 18 derajat celsius menemani kami menikmati makan siang setelah berfoto sejenak di puncak. Kami tak bisa berlama-lama karena matahari segera terbenam dan perjalanan turun bisa lebih berbahaya. Angin jetstream yang sebelumnya menerpa kami juga sewaktu-waktu bisa muncul lagi.

Menurut perkiraan cuaca, kami hanya punya waktu sampai 24 Agustus untuk menggapai puncak Elbrus. Sebab, setelah itu, badai salju menyapu kawasan puncak.

Perkiraan itu menjadi kenyataan karena dalam perjalanan turun, di Lenzrock (4.750 m) kami bertemu lima pendaki Belarus yang hendak mendaki ke puncak. Keesokan harinya kami mendengar kabar, mereka membatalkan pendakian karena kawasan puncak dihantam badai.

”Seven Summits”

Perjalanan ke Gunung Elbrus merupakan bagian dari rangkaian pendakian yang kami himpun dalam Indonesian Seven Summits Expedition Mahitala Unpar 2009-2012. Ekspedisi didukung penuh PT Mudking Asia Pasifik Raya dan Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Lewat ekspedisi ini kami ingin mempersembahkan bagi bangsa Indonesia prestasi mencapai tujuh puncak tertinggi di tujuh benua (yang populer di kalangan pendaki gunung sebagai Seven Summits).

Elbrus merupakan puncak ketiga yang kami gapai setelah sebelumnya kami menyapa Puncak Carztens Pyramid (4.884 m) di Papua dan Kilimanjaro (5.895 m) di Afrika. Setelah ini, kami masih harus menyapa puncak Vinson Massif (4.897 m), Aconcagua (6.962 m), Everest (8.884 m), dan McKinley (6.194 m).

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.