Delapan Sandera Bus di Manila Tewas - Kompas.com

Delapan Sandera Bus di Manila Tewas

Kompas.com - 23/08/2010, 22:43 WIB

MANILA, KOMPAS.com — Pasukan komando Filipina menembak mati seorang mantan polisi yang menyandera 15 turis asing di sebuah bus di pusat kota Manila, Senin (23/8/2010). Delapan sandera tewas terbunuh. Hal itu disampaikan pejabat rumah sakit.

Insiden ini berawal ketika seorang lelaki bersenjata yang diidentifikasi sebagai Rolando Mendoza (55) dan merupakan mantan kapten polisi itu membajak sebuah bus yang memuat turis asal Hongkong. Bersenjatakan M-16, Mendoza menghentikan bus itu dan mengarahkannya agar melintasi jalan lebar di taman terbesar di Manila.

"Pembajak bus yang juga penyandera sudah tewas. Dia memilih baku tembak dengan pasukan kami,” kata Kolonel Nelson Yabut kepada jurnalis. "Kapten Mendoza berada di tengah gang di dalam bus, menembak satu orang. Dan detik berikutnya, kami menembak Mendoza,” kata Nelson.

Petugas berwenang terlihat memindahkan satu tubuh dari depan bus sebelum memasukkannya ke dalam kendaraan.

Petugas kepolisian Manila, Roderick Mariano, mengutip pengemudi bus yang merupakan warga Filipina dan menyelamatkan diri dari tembakan sebelum polisi menyerang bus itu, mengatakan bahwa sang penyandera menembaki para turis Hongkong.

Petugas medis mengangkut lima sandera ke Rumah Sakit Manila. Dua di antaranya tewas saat tiba di RS dan tiga lainnya selamat tanpa terluka. Dokter RS Manila menyebutkan, RS itu menerima empat orang tewas dan satu perempuan dalam kondisi kritis.

Berakhir dengan kekerasan

Drama 11 jam itu berakhir setelah lebih dari satu jam pasukan komando polisi memecahkan kaca bus yang disusul dengan serangkaian tembakan.

Sebelumnya, pria bersenjata itu melakukan negosiasi dalam kondisi tenang dengan polisi dan sembilan sandera, enam di antaranya turis Hongkong dan tiga orang Filipina. Adapun sebagian besar perempuan dan anak dibebaskan.

Mendoza meminta makanan dan juga bahan bakar agar AC bus tetap berjalan. Namun, situasi berubah setelah Mendoza mengancam akan membunuh para sandera. Ia menyampaikan hal itu melalui wawancara langsung lewat telepon dengan stasiun radio lokal.

"Saya dapat melihat banyak tim SWAT tiba, dan mereka ada di sekitar sini,” kata Mendoza dalam bahasa Tagalog. “Saya tahu mereka akan membunuh saya. Saya katakan kepada mereka untuk meninggalkan tempat ini,” katanya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorR Adhi KSP

    Terkini Lainnya

    Gara-gara Pakan Ayam, Polisi Sukses Tangkap Maling Motor Ini

    Gara-gara Pakan Ayam, Polisi Sukses Tangkap Maling Motor Ini

    Regional
    Pipa Bocor di Puri Kembangan Jakbar, Air Menyembur ke Jalanan

    Pipa Bocor di Puri Kembangan Jakbar, Air Menyembur ke Jalanan

    Megapolitan
    Ambil S-1 di Belanda? Kuliah di Minggu Pertama Langsung 'Nge-gas'!

    Ambil S-1 di Belanda? Kuliah di Minggu Pertama Langsung "Nge-gas"!

    Edukasi
    Saudi Dilaporkan Siksa dan Lecehkan Aktivis Perempuan

    Saudi Dilaporkan Siksa dan Lecehkan Aktivis Perempuan

    Internasional
    Beda Sikap Gubernur dan Ketua DPRD DKI soal Pembangunan Stadion BMW

    Beda Sikap Gubernur dan Ketua DPRD DKI soal Pembangunan Stadion BMW

    Megapolitan
    Berandalan Bermotor Sukabumi Terlibat Bentrokan, Dihukum Bersihkan Tugu Adipura

    Berandalan Bermotor Sukabumi Terlibat Bentrokan, Dihukum Bersihkan Tugu Adipura

    Regional
    5 Fakta Tewasnya CLP di Indekos Mampang: Ditemukan di Lemari hingga Luka di Kepala...

    5 Fakta Tewasnya CLP di Indekos Mampang: Ditemukan di Lemari hingga Luka di Kepala...

    Megapolitan
    Menko PMK Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Berjalan Lancar

    Menko PMK Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Berjalan Lancar

    Nasional
    Kuliah di Belanda Jangan Gampang 'Baper', Tahu Sebabnya?

    Kuliah di Belanda Jangan Gampang "Baper", Tahu Sebabnya?

    Edukasi
    Berniat Menjemput Suami di Malaysia, Seorang Ibu Meninggal Usai Melahirkan di Kapal

    Berniat Menjemput Suami di Malaysia, Seorang Ibu Meninggal Usai Melahirkan di Kapal

    Regional
    5 Turis India yang Mengemis dan Meramal di Nunukan Tak Bisa Bahasa Indonesia

    5 Turis India yang Mengemis dan Meramal di Nunukan Tak Bisa Bahasa Indonesia

    Regional
    Trump: Kasus Pembunuhan Khashoggi Tak Pengaruhi Hubungan AS-Saudi

    Trump: Kasus Pembunuhan Khashoggi Tak Pengaruhi Hubungan AS-Saudi

    Internasional
    Menko PMK Ungkapkan Potensi Besar Pariwisata Sumbawa Barat

    Menko PMK Ungkapkan Potensi Besar Pariwisata Sumbawa Barat

    Nasional
    Prioritas Demokrat dan SBY yang Baru Turun Gunung Bulan Maret untuk Prabowo

    Prioritas Demokrat dan SBY yang Baru Turun Gunung Bulan Maret untuk Prabowo

    Nasional
    Video Momen 30 Detik Saat Jokowi Dipeluk Erat Seorang Nenek

    Video Momen 30 Detik Saat Jokowi Dipeluk Erat Seorang Nenek

    Regional

    Close Ads X