Fajar Kemakmuran Demokratis

Kompas.com - 12/08/2010, 09:13 WIB
EditorEgidius Patnistik

Tahun 2008 ialah saat penuh kontroversi untuk Santos. Pada Maret ia memimpin penyerangan ke kamp Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (Forces Armées Révolutionnaires de Colombie/ FARC). Militer AU Kolombia mengebom kamp, menewaskan pemimpin senior FARC, Raul Reyes, dan 25 orang lain, termasuk seorang warga Ekuador.

Suami dari María Clemencia Rodríguez ini dipuji Bogota sebagai ”pahlawan” meski dicaci-maki Quito, karena kamp FARC terletak dalam teritorial Ekuador, sekitar 1,8 kilometer dari perbatasan kedua negara.

Ia juga menjadi sasaran cercaan Correa. Quito melalui Correa mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Bogota. Pengadilan Ekuador kala itu sampai menerbitkan surat perintah penangkapan Santos karena dianggap sebagai ”auktor intelektualis” serangan tersebut.

Santos juga memimpin operasi ”Checkmate”, 2 Juli 2008. Ia dan timnya membebaskan Inggrid Betancourt, mantan calon presiden Kolombia dengan kewarganegaraan ganda, Perancis dan Kolombia, yang ditawan FARC selama enam tahun.

Kontroversial Pada November 2008 Santos membuat kekeliruan. Militer Kolombia diguncang skandal. Akibat kebijakannya, beberapa pejabat senior militer dituduh melakukan pembunuhan ekstrayudisial terhadap warga sipil, hingga membuat panglima militer mundur.

Bagi sejumlah pengamat, Santos dinilai sebagai sosok kontroversial. Selain karena kasus itu, juga karena ia menandatangani perjanjian kerja sama basis militer AS di Kolombia. Di Karakas, Chavez menuding kerja sama tersebut sebagai strategi melumpuhkan negaranya. Namun, Santos juga dinilai Chavez dan Correa sebagai figur yang baik.

Pada pidato pengukuhannya Santos mengatakan, agenda utamanya adalah memperbaiki hubungan diplomatik dengan Venezuela dan Ekuador. Tak ada ”perang” dalam kamusnya. Pernyataannya ini untuk menampik Chavez yang menduga Kolombia berniat menyerang Venzuela.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga berjanji mengatasi masalah utama di Kolombia. Santos bersumpah melanjutkan tekanan terhadap pemberontak sayap kiri FARC, dan pendekatan probisnis yang telah meningkatkan investasi asing lima kali lipat sejak 2002.

Pemerintahan Santos akan berusaha keras mengurangi pengangguran dan kemiskinan serta memerangi korupsi. Ia mengatakan, karya pendahulunya, Uribe, telah membuka jalan bagi ”sebuah fajar baru untuk Kolombia”.

Meski demikian, ia menegaskan, kini saatnya negara meninggalkan kebijakan Uribe tentang ”keamanan demokratis”. Negara di bawah pemerintahannya akan menerapkan kebijakan baru, yakni ”kemakmuran demokratis” untuk bangsa yang berpenduduk 44 juta orang itu.

Ia ingin menciptakan 2,4 juta lapangan kerja di sektor formal pada 2014 dan mengurangi pengangguran hingga satu digit dari tingkat pengangguran kini yang 12 persen. Dua per lima penduduk Kolombia hidup dengan kurang dari 2 dollar AS per hari, dan lebih dari dua juta warga mengungsi akibat kekerasan.

Terkait dengan keamanan dalam negeri, ia ingin melanjutkan kebijakan Uribe. Santos tetap membuka dialog meski menyerukan agar para kepala pasukan keamanan semakin maju, ”tidak selangkah pun mundur” melawan FARC dan kartel narkoba. (AFP/AP/REUTERS/BBC)

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.