Chavez dan Santos Akan Redakan Ketegangan

Kompas.com - 10/08/2010, 03:18 WIB
Editor

Bogota, Senin - Presiden Kolombia dan Presiden Venezuela akan bertemu hari Selasa ini dalam upaya peredaan perselisihan di antara kedua tetangga yang menimbulkan kekhawatiran akan konflik militer regional. Perselisihan diplomatik sengit di antara kedua negara muncul karena Presiden Venezuela Hugo Chavez dituduh membiarkan pemberontak kiri Kolombia berlindung di negaranya.

Chavez dan Presiden baru Kolombia Juan Manuel Santos akan bertemu di Kolombia. Demikian diumumkan Menteri Luar Negeri Kolombia Maria Angela Holguin setelah sebuah pertemuan di Bogota, Minggu (8/8), dengan rekannya dari Venezuela, Nicolas Maduro, yang turut menghadiri upacara pelantikan Santos sebagai presiden hari Sabtu.

Venezuela memutus hubungan diplomatik dengan Kolombia pada 22 Juli lalu. Itu terjadi satu pekan setelah pendahulu Santos, Presiden Alvaro Uribe, menuduh Venezuela memberikan tempat perlindungan bagi sekitar 1.500 pemberontak kiri dari Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dan Tentara Pembebasan Nasional (ELN), kelompok gerilya nomor dua terbesar Kolombia. Pemerintahan Uribe menyampaikan kepada Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) soal kamp-kamp pemberontak yang ada di Venezuela.

Chavez menyangkal tuduhan itu dan langsung mengirim pasukan tambahan ke perbatasannya Kolombia. Kini Chavez mengatakan bersedia ”membuka halaman baru” dan bekerja dengan presiden baru itu. ”Hari ini saya bisa tidur sebagai orang bahagia,” kata Chavez setelah pertemuan puncak itu diumumkan. ”Kami akan bekerja keras. Ini akan menjadi awal hubungan baru demi kebaikan kedua negara,” kata Chavez.

Chavez yang beraliran politik kiri dan Uribe yang konservatif juga berselisih setelah Kolombia menandatangani sebuah kesepakatan pangkalan militer dengan AS. Chavez menyebut kesepakatan itu mendestabilisasi kawasan. Uribe menilai Chavez melindungi pemberontak.

Dihancurkan oleh Uribe

Pemimpin Venezuela itu menegaskan ingin membangun hubungan persahabatan dengan Kolombia setelah pelantikan Santos. ”Kami punya harapan besar pemerintah baru akan mulai membangun semua yang dihancurkan Uribe,” kata Chavez.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Kolombia, Santos mengatakan, ”Pada pertemuan ini kami bisa menarik kesimpulan yang membawa kami untuk menormalisasi hubungan di antara kedua negara.” Dia tidak menyebutkan di mana kedua pemimpin itu akan bertemu.

Hari Minggu, Chavez mendesak pemberontak Kolombia untuk membebaskan sandera-sandera mereka. Ini adalah salah satu cara untuk memulai negosiasi dengan Santos. Dia meminta konflik bersenjata di negaranya, yang berlangsung puluhan tahun, diakhiri.

(AFP/AP/DI)



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X