Tugas di Irak Akan Berakhir

Kompas.com - 04/08/2010, 03:33 WIB
Editor

Atlanta, Senin - Presiden AS Barack Obama, Senin (2/8), menegaskan, perang di Irak akan berakhir. ”Saya katakan jelas, mulai 31 Agustus, tugas tempur kita di Irak akan berakhir. Komitmen terhadap Irak akan berubah dari militer ke sipil yang akan dipimpin para diplomat kita,” kata Obama di depan para veteran AS di Atlanta, Georgia, AS.

   AS akan menarik 90.000 dari 140.000 tentara dari Irak mulai 31 Agustus. Sisanya yang 50.000 orang akan ditarik mulai 31 Desember 2011. Penarikan pasukan menuai reaksi dari Irak sendiri dan negara tetangga Irak. Beberapa hari lalu, mantan PM Irak Iyad Alawi mengatakan, Irak bukan lagi agenda utama AS yang kini lebih mengutamakan Afganistan, krisis keuangan, dan Palestina. Namun, Alawi menegaskan, AS kini tidak boleh melihat tugas di Irak selesai karena situasi di Irak masih sulit.

Menlu Irak Hoshyar Zebari di The Washington Post edisi 15 Juli 2010 mengatakan, salah satu faktor Irak tidak mampu membentuk pemerintahan baru hingga sekarang karena peran AS di Irak saat ini kurang memadai.

Pernyataan itu merefleksikan kecemasan akan dampak dari penarikan pasukan AS dari Irak, yang merembes ke negara-negara tetangga Irak. Arab Saudi, misalnya, akan memperkuat patroli perbatasan dengan Irak. Turki juga berniat membentuk pasukan khusus untuk mengontrol perbatasan dengan Irak guna mencegah penyusupan aktivis bersenjata Kurdi (PKK) dari Irak.

Ada beberapa alasan bagi AS untuk kukuh mundur. AS memandang aparat keamanan Irak terus berkembang, baik dari segi jumlah maupun kemampuan. AS akan fokus pada tugas pembangunan politik, ekonomi, dan keamanan di Irak.

Tetap bisa bantu

Namun, Komandan pasukan AS di Irak Jenderal Ray Odierno meminta dibentuknya kantor kerja sama militer AS-Irak pasca-31 Desember 2011. Ini bertujuan mengantisipasi permintaan Pemerintah Irak atas pasukan darat AS dalam menghadapi situasi sangat genting di negara itu suatu waktu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kesepakatan keamanan Irak-AS yang ditandatangani pada Desember 2008 mengizinkan AS mengirim pasukan ke Irak jika diminta Pemerintah Irak.

Menlu AS Hillary Clinton menegaskan, pasukan AS akan tetap ditarik dari Irak, tetapi kepentingan AS akan terus bertahan di negara itu. (AFP/AP/MTH)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.