Masjid Syiah Dibom, 20 Tewas & 100 Luka

Kompas.com - 16/07/2010, 03:56 WIB
Editoryuli

TEHERAN, KOMPAS.com - Dua ledakan di luar sebuah masjid Syiah di Iran tenggara yang berpenduduk mayoritas Sunni menewaskan lebih dari 20 orang dan melukai 100 orang lain, Kamis (15/7/2010) malam.

"Dua ledakan di depan masjid Jamia Zahedan mencederai lebih dari 100 orang dan 20 orang mati syahid," kata Fariborz Rashedi, kepala pelayanan darurat provinsi Sistan-Baluchestan, seperti dilansir kantor berita IRNA.

Ledakan itu terjadi di Zahedan, ibu kota provinsi tersebut. Deputi Menteri Dalam Negeri Ali Abdollahi mengatakan sebelumnya, ledakan itu merupakan "operasi bunuh diri" yang menewaskan dan melukai sejumlah orang yang sedang melakukan ibadah.

Menurut Abdollahi, sejumlah anggota pasukan elit Garda Revolusi termasuk di antara mereka yang tewas dan terluka dalam serangan itu. Provinsi Sistan-Baluchestan berbatasan dengan Pakistan dan dilanda serangan-serangan yang dituduhkan pada kelompok Sunni Jundollah.

Pada Mei 2009, ledakan bom bunuh diri menewaskan 25 orang dan melukai lebih dari 120 dalam serangan di luar sebuah masjid di Zahedan.

Pada Oktober 2009, 40 orang yang mencakup 15 anggota pasukan elit Garda Revolusi tewas dalam serangan bom di provinsi tersebut. Itu merupakan serangan paling mematikan di Iran sejak 1980-an. Iran menggantung pemimpin Jundollah, Abdolmalek Rigi, bulan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.