Sudah 400 Majikan Malaysia Ditangkap

Kompas.com - 18/06/2010, 03:09 WIB
EditorJosephus Primus

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia telah menahan 400 majikan dan tiga di antaranya dikenakan hukuman cambuk sepanjang 2009 karena mempekerjakan pekerja asing secara ilegal. "Tidak benar kami melakukan diskriminasi dalam penanganan pekerja asing ilegal di Malaysia," kata Shahul Hamid Kabag UU dan Internasional Imigrasi Malaysia, di Universitas Kebangsaan Malaysia, Kajang, Selangor, Kamis (17/6/2010).      Ia mengatakan, banyak majikan Malaysia ditangkap, dikenakan denda, dan ada juga yang dicambuk karena gunakan pekerja asing secara ilegal.  "Kami tindak juga majikan yang gunakan pekerja asing secara ilegal. Namun kebanyakan majikan dikenakan denda karena gunakan pekerja asing legal. Mereka membayar. Tapi memang hukuman dan tindakan kepada majikan kurang dipublikasikan oleh media massa," katanya.     Pejabat imigrasi itu mengatakan hal tersebut menjawab pertanyaan peserta seminar agar pola penanganan pekerja asing di Malaysia diubah dari fokus kepada pekerja asing menjadi fokus kepada majikan yang mempergunakan pekerja asing karena puluhan tahun penanganan pekerja asing ilegal di Malaysia tetap saja kebanjiran pekerja asing ilegal.     Ia mengatakan hal itu dalam  seminar Migrasi 2 "Migrasi, Keadilan Sosial dan Tantangan Pembangunan" yang diselenggarakan kerja sama antara Universitas Indonesia dan Universitas Kebangsaan Malaysia, di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) Kajang.     Seminar tiga hari itu menampilkan pembicara di antaranya Dubes RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar, pejabat imigrasi Malaysia Shahul Hamid, dan Prof Dr Kamal Halili Hassan.     Menurut Shahul Hamid, pembangunan ekonomi Malaysia telah menyedot pekerja asing. Makin lama makin besar. Tahun 1986, pekerja asing di Malaysia mencapai 215.200 orang, tahun 2005 naik menjadi 1,25 juta orang, tahun 2007 naik lagi menjadi 1,91 juta orang, dan April 2010 mencapai 2,3 juta pekerja asing.     "Kehadiran pekerja asing diakui telah mempercepat pembangunan ekonomi Malaysia dan banyak memberikan dampak positif, walaupun ada sedikit dampak negatif di bidang sosial," kata pejabat imigrasi Malaysia itu.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.