11 Tewas akibat Banjir di Perancis

Kompas.com - 16/06/2010, 16:22 WIB
EditorEgidius Patnistik

DRAGUIGNAN, KOMPAS.com — Sedikitnya 11 orang tewas di Perancis selatan, Rabu (16/6/2010), akibat hujan lebat yang kemudian memicu banjir bandang. Banjir juga menyebabkan mobil-mobil terjungkir balik di jalanan, warga terpaksa mencari tempat aman di atap rumah, kereta api cepat terjebak, serta ratusan rumah terendam.

Sejak Selasa malam, regu penyelamat telah membantu ratusan orang yang terjebak dalam kendaraan, dalam rumah-rumah atau di atap rumah. Sejumlah helikopter juga dikerahkan untuk mengangkut penduduk ke tempat aman di daerah Draguignan, di Pantai Mediterania.

Hujan lebat, Selasa, menyebabkan permukaan air naik dengan cepat di wilayah tersebut. Banyak warga bahkan tak sempat melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi. Mereka terpaksa mencari tempat berlindung di atap rumah.

Pihak berwenang di Var mengatakan, korban tewas 11 orang dan dua orang hilang. "Kami belum pernah melihat hal seperti ini dalam satu dekade terakhir," kata seorang pejabat tinggi Var, Hugues Parant.

Akibat banjir itu, sekitar 200.000 rumah hidup tanpa listrik, sebuah kereta api cepat juga terjebak bersama 300 penumpangnya dalam perjalanan dari Nice ke Lille.  Jawatan kereta api Perancis, SNCF, menghentikan semua layanan kereta api antara Toulon dan Saint-Raphael sampai Kamis, karena sekitar tiga-kilometer rel di jalur itu terendam banjir.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy telah menyampaikan ucapan belasungkawa bagi keluarga korban. Ia juga menyampaikan dukungan bagi regu penyelamat yang telah bekerja nonstop untuk memberikan bantuan dan menemukan mereka yang masih hilang.

Kepala Operasi Darurat Corinne Orzechowski mengatakan, curah yang turun sejak Selasa mencapai lebih dari 30 cm dan itu menyebabkan permukaan air naik ke tingkat yang mengkhawatirkan di jalan-jalan di Draguignan, sebuah kota berpenduduk sekitar 40.000 orang. "Pagi ini, kami bangun untuk menemukan sebuah kota yang hancur, (kami) sangat terpukul dengan mobil yang jungkir balik dan mengambang di jalan-jalan, jalanan serta rumah-rumah juga rusak,"  kata Orzechowski seperti dikutip AFP.

Lebih dari 1.000 orang terlibat dalam operasi darurat, yang didukung sembilan helikopter dan 15 perahu. "Kami masih dalam fase penyelamatan sebelum sampai fase ke pembersihan," katanya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Umumkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri Mereka Berlayar ke Selat Taiwan

China Umumkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri Mereka Berlayar ke Selat Taiwan

Internasional
Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Sudah Tua

Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Sudah Tua

Internasional
Melesat di Survei Iowa, Wali Kota Gay Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres AS

Melesat di Survei Iowa, Wali Kota Gay Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres AS

Internasional
Beritakan soal China, Pimpinan Koran Ini Dilarang Pulang ke Vanuatu

Beritakan soal China, Pimpinan Koran Ini Dilarang Pulang ke Vanuatu

Internasional
Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X