Facebook Janji Akan Isolasi Kartun Nabi

Kompas.com - 20/05/2010, 23:28 WIB
Editorwah

WASHINGTON, KOMPAS.com - Facebook akhirnya bereaksi terhadap protes meluas di berbagai negara yang mengecam kontes kartun Nabi Muhammad yang muncul di situs jejaring sosial tersebut. Dalam pernyataannya, Kamis (20/5/2010), Facebook berjanji akan mengisolasi konten tersebut agar tidak bisa bebas diakses.

Hal tersebut merupakan pendekatan yang dilakukan Facebook untuk mencegah pemblokiran lebih luas seperti yang sudah dilakukan di Pakistan. Atas protes munculnya halaman kontes kartun Nabi Muhammad, pengadilan Pakistan memblokir situs Facebook sehingga tak bisa diakses sama sekali mulai Rabu kemarin.

"Kami tengah menganalisis situasi dan pertimbangan hukumnya, dan akan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu, mungkin termasuk membuat agar konten tersebut tidak bisa diakses pengguna dari Pakistan," ujar pernyataan Facebook yang dilansir AFP.

Sebagai gambaran, lanjut pernyataan Facebook, konten terkait NAZI ilegal di beberapa negara, namun bukan berarti konten tersebut dihapus sama sekali dari Facebook. Banyak perusahaan yang menggunakan cara tersebut sehingga konten tertentu bisa diakses di suatu negara, tapi konten lainnya tidak bisa di negara lain. Pendekatan seperti itulah yang akan diterapkan Facebook.

Facebook mengakui dengan jumlah pengguna mencapai lebih dari 400 juta saat ini, seringkali muncul topik yang kontroversial, menyerang, dan tidak akurat. Namun, hal tersebut tidak menutup ruang bagi mereka untuk menghentikan diskusi bersama.

Seperti dinyatakan Facebook, komentar dan konten tidak mungkin dihapus begitu saja kalau hanya berisi kritik terhadap budaya, negara, agama, gaya hidup, atau ideologi politik saja. "Kami sangat yakin bahwa para pengguna Facebook punya kebebasan untuk mengekspresikan opini mereka dan biasanya kami tidak menghapus konten, grup, atau halaman yang melawan negara, agama, politik, atau ideologi," ujar Facebook.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.