Amsterdam Kota Terbebas di Dunia

Kompas.com - 03/05/2010, 03:01 WIB
Editoraegi

AMSTERDAM, KOMPAS.com — Amsterdam adalah kota paling bebas di dunia. Demikian hasil sebuah penelitian yang membandingkan delapan ibu kota di dunia. Namun, apabila berkaitan dengan aksi pengambilalihan gedung kosong atau pemakaian burka, Amsterdam berada pada urutan bawah.

Sekitar 500 tahun lalu, para pengikut gerakan Wederdopers membakar baju mereka lalu berkeliling di jalan-jalan Amsterdam untuk merasakan "ketelanjangan kudus". Kebebasan! Karena aksi mereka itu 19 orang dipenggal kepalanya lalu dipajang di sepanjang dinding kota. Kebebasan ternyata tidak boleh kebablasan juga di Amsterdam.

Kota dunia
Radio Nederland, Sabtu (1/5/2010), melaporkan, Komite 4/5 Mei Amsterdam (komite untuk peringatan nilai-nilai kebebasan) meminta dilakukan penyelidikan tentang kota mana di dunia yang paling bebas. Amsterdam berada pad urutan pertama mengungguli Kota Las Vegas, Rio de Janeiro, Johannesburg, Bangkok, Berlin, London, San Francisco dan Goa di India.

Berlin dan London berada pada urutan kedua dan ketiga. Apakah kebebasan merupakan ciri khas Barat? Tidak demikian, menurut Theo Deutinger, ketua tim peneliti. "Kita memang memilih kota dari beberapa benua, tetapi definisi kebebasan yang kita pakai berdasarkan nilai-nilai 'Barat'. Seorang pendeta Buddha dari China pasti punya kesimpulan lain."

Aroma mesiu
Sejarah kebebasan di Amsterdam diwarnai dengan aroma mesiu dan gas air mata. Sejak dahulu kala, warga Amsterdam sering melakukan pemberontakan dan pemogokan. Alasan yang dipakai berbeda dari masa ke masa.

Pada tahun '60-an, gerakan Dolle Mina pecah di Amsterdam yang menuntut pil KB sebagai bagian dari paket asuransi kesehatan. Pada tahun 2001, Amsterdam menjadi saksi pernikahan kaum homo pertama di dunia. Mengingat sejarah itu tidak mengherankan kalau Amsterdam berada pada urutan atas.

Amsterdam kaya, kualitas hidup tinggi, korupsi minimal dengan suasana santai dan penuh kebebasan. Namun, hal yang sama juga berlaku untuk San Francisco, Berlin, dan London. Lalu apa yang membedakan Amsterdam dari kota-kota lainnya?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sensitif
Selain kebiasaan warga Amsterdam yang terkenal dengan kebebasan mengungkapkan apa yang mereka pikirkan, kebijakan prostitusi dan narkoba juga unik.

Bagi para turis asing, pinjam korek api kepada polisi di wilayah pelacuran untuk menyalakan rokok ganja sering menjadi hiburan tersendiri. Di Bangkok, hal yang sama bisa berujung pada hukuman mati.

Amsterdam lebih "bebas" dibandingkan dengan kota-kota lain dalam masalah-masalah sensitif, seperti eutanasia, aborsi, narkoba, prostitusi, dan pernikahan homo.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.