Kecam Penanganan Gempa, Penulis Tibet Ditahan

Kompas.com - 26/04/2010, 15:35 WIB
Editoraegi

BEIJING, KOMPAS.com — Seorang penulis Tibet, yang telah menandatangani kecaman terbuka terhadap penanganan bantuan bagi korban gempa di Provinsi Qinghui oleh Pemerintah China, ditahan polisi.

Penulis itu, yang menerbitkan publikasi dengan nama Zhogs Dung tetapi nama sebenarnya adalah Tagyal, merupakan satu di antara delapan penulis dan intelektual yang menandatangani sebuah surat terbuka tanggal 17 April, yang menyatakan kesedihan atas bencana yang menewaskan lebih dari 2.000 orang—sebagian besar dari mereka warga Tibet, tetapi juga mencemaskan usaha bantuan Pemerintah China.

Berdasarkan sebuah postingan di sebuah blog yang ditulis oleh seorang teman penulis itu, Jumat lalu, setengah lusin petugas polisi muncul di Qinghai Nasionalitas Publishing House, tempat Zhogs Dung bekerja, dan mengiring dia pergi. Mereka mencari rumah dan perpustakaan penulis itu dan menyita komputernya.

Setelah itu, mereka menunjukkan surat perintah penangkapan kepada istrinya, dan meminta istrinya itu untuk membawa seprai bagi suaminya. Ketika dua anak perempuannya mendatangi kantor polisi, mereka tidak diizinkan untuk bertemu dengannya, lanjut postingan tersebut.

Tak ada cara untuk mengonfirmasi secara independen tuduhan itu. Senin, Kementerian Kepolisian Xining menolak untuk menjawab pertanyaan tentang keberadaan penulis itu dengan mengatakan, tidak ada yang berkomentar. Polisi malah menyarankan untuk mengajukan pertanyaan kepada Kementerian Keamanan Umum.

Tidak jelas apakah surat terbuka yang ikut ditandatangani Zhogs Dung merupakan penyebab langsung penahanan atas dirinya. Pemerintah China telah berusaha keras untuk meniadakan kritik apa pun terkait penyaluran bantuan ke wilayah Tibet menyusul gempa 6,9 skala Richter yang mengguncang kawasan itu dua pekan lalu.

Zhogs Dung (45) dianggap sebagai intelektual terkemuka dan pemikir
yang pada masa lalu telah menulis buku-buku yang sebagian besar selaras dengan pandangan Pemerintah China tentang modernisasi, agama, dan budaya di Tibet. Namun, tahun ini ia menerbitkan sebuah buku yang lebih kritis terhadap pemerintah setelah kerusuhan anti-pemerintah di Tibet tahun 2008.

Surat terbuka yang dia tanda tangani itu mendesak masyarakat untuk membantu para korban dengan menawarkan makanan, pakaian, dan obat-obatan, tetapi memperingatkan mereka untuk tidak menyumbangkan dana ke organisasi bantuan, serta memperingatkan kemungkinan korupsi. "Lebih baik untuk mengirimkan (uang) ke zona bencana melalui  orang yang Anda percaya, karena tidak ada yang dapat mengatakan di mana tidak ada korupsi," kata surat itu, yang telah di-posting di beberapa website, termasuk di Boxun.com yang kritis terhadap Pemerintah China.

"Sama seperti kabar dari para juru bicara organisasi partai (komunis) yang tidak dapat dipercaya, kami tidak berani percaya pada organisasi partai, yang mengeluarkan perintah untuk menghentikan orang-orang ke zona bencana karena alasan politik," kata surat itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.