Smolensk, Sabtu -
Di dalam pesawat kepresidenan terdapat 88 pejabat elite Polandia, terutama para petinggi militer dan Gubernur Bank Sentral Slawomir Skrzypek, dan mantan Presiden Polandia di pengasingan
Ryszard Kaczorowski. Para anggota delegasi sedang mendampingi Presiden dalam rangka lawatan kenegaraan atas undangan Pemerintah Rusia.
Sedianya, Presiden Rusia Dmitry Medvedev akan memberi penghormatan bersama dengan Presiden Lech Kaczynski di satu lokasi di kawasan Hutan Kathyn. Itu adalah makam bagi 22.000 tentara dan warga Polandia yang dibantai secara keji oleh aparat Uni Soviet di bawah Josep Stalin antara tahun 1937 dan 1938 saat menginvasi Polandia.
Pembantaian ini dikenal dengan nama Tragedi Kathyn. Kasus ini selalu menjadi duri dalam daging hubungan Rusia-Polandia. Rusia ingin memperbaiki hubungannya dengan Polandia yang selalu buruk, salah satu penyebabnya adalah Tragedi Kathyn.
Rusia tidak pernah mengaku dan meminta maaf atas Tragedi Kathyn, yang selalu mengusik anggota keluarga korban yang ditinggal tanpa tahu kejelasan makam sanak saudara mereka.
Total penumpang pesawat tersebut 96 orang. Sebagian di antaranya adalah anggota keluarga dari tentara dan warga Polandia yang dibunuh di Hutan Kathyn.
Keluarga itu sudah lama menuntut kejelasan soal jenazah 22.000 tentara dan warga yang dibunuh, yang tetap misterius hingga saat ini.
Rakyat seantero Polandia berduka. Para wartawan Polandia yang sudah lebih dahulu berangkat ke Smolensk untuk peliputan acara bersejarah itu hanya bisa termenung lesu.
Kunjungan Presiden Kaczynski ke Smolensk adalah yang pertama dalam status kenegaraan.
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Daftarkan EmailPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.