Giliran Video "Esek-esek" Coreng Pemerintahan Palestina

Kompas.com - 07/04/2010, 18:09 WIB
Editorprimus

KOMPAS.com — Rafiq Husseini melucuti pakaiannya. Lalu, dengan napas memburu, ia "memanjat" ranjang seorang perempuan. Dan.., ajakan petualang seks itu pun terjadi.

Alhasil, Mahmoud Abbas, orang nomor satu di pemerintahan Palestina, langsung mencak-mencak. Bukan apa-apa, perilaku Husseini, sosok politisi Palestina, itu betul-betul mengguncang sekaligus mencoreng pemerintahan Palestina. Ya, sepotong tayangan video adegan syur yang disebarluaskan oleh televisi Israel pada Februari itulah yang jadi biang keroknya!

Nah, kata akhir pun keluar dari mulut Abbas. Presiden Palestina itu, Rabu (7/4/2010), memecat Husseini dari kedudukannya di pemerintahan Palestina.

Namun, sejatinya, sebagaimana ditulis AFP merunut pengakuan si pembuat video, Fahmi Shabeneh, tindakan yang dilakukannya itu merupakan upaya mencari bukti soal maraknya korupsi di tubuh pemerintahan Palestina. Nah, salah satunya, menurut Shabeneh, koruptor yang dia tuding adalah Husseini tadi.


Ssst..., asal tahu saja, Shabeneh adalah mantan anggota dinas rahasia Palestina. Pada 2008, dia dipecat dari tempat tugasnya lantaran kalah berhadapan dengan Husseini. Waktu itu, Husseini malah sukses mengangkangi tanah milik Shabeneh dengan cara-cara licik.

Sayangnya, sejak pemecatan itu Husseini belum bisa dihubungi untuk dimintakan tanggapan.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X