Partai Utama Sudan Selatan Boikot Pemilu

Kompas.com - 07/04/2010, 17:01 WIB
Editoraegi

KHARTOUM, KOMPAS.com - Partai utama Sudan Selatan, Selasa, mengatakan akan memboikot pemilihan di sebagian besar negara bagian Sudan Utara, kurang dari seminggu sebelum pemungutan suara.

"Kami mengumumkan pemboikotan SPLM (Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan) terhadap semua pemilu di utara pada semua tingkat di 13 negara bagian utara," kata sekretaris jenderal partai itu, Pagan Amum, kepada wartawan. Ia mengatakan, Presiden Sudan, Omar Hassan al Bashir, telah melakukan kecurangan.

Pemilihan presiden, legislatif, dan gubernur, menurut rencana akan dimulai Minggu. Pemilihan itu merupakan satu ketetapan utama dari perjanjian perdamaian tahun 2005 yang ditanda tangani SPLM dan Partai Kongres Nasional (NCP) yang dipimpin Bashir dalam mengakhiri perang saudara lebih dari dua dasawarsa.

Keputusan SPLM  itu dianggap sebagai pukulan terhadap Bashir dan akan menambah ketegangan  saat kedua pihak  bersiap-siap bagi satu referendum mengenai kemerdekaan wilayah selatan yang menghasilkan minyak itu, yang akan diselenggarakan Januari 2011.

Para pengamat politik mengatakan, Bashir mengharapkan ia bisa menang dalam pemilu itu untuk mensahkan  kekusaannya dan menangkis tuduhan Pengadilan Kejahatan Perang Internasional bahwa ia terlibat kejahatan perang di Darfur.

Seorang pejabat senior NCP, Ibrahim Ghandour, mengemukakan kepada Reuters bahwa ia kecewa dengan keputusan itu. Namun ia mengatakan  itu tidak akan berdampak  pada legitimasi pemilu atau rencana-rencana  referendum.

Amum mengemukakan kepada wartawan, partai itu mengambil keputusan tersebut sebagai protes terhadap  ketidakberesan dalam penambahan suara. SPLM dan partai-partai oposisi menuduh NCP mengawasi dengan ketat  kampanye dan mencurangi daftar pemilih dan persiapan-persiapan lainnya. NCP membantah tuduhan-tuduhan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Amum mengatakan keputusan itu tidak termasuk negara-negara bagian perbatasan Nil Biru dan Kordofan Selatan, dan menambahkan bahwa SPLM akan tetap ikut dalam pemilihan-pemilihan di Sudan selatan.

Pengumuman Selasa itu menandakan peningkatan protes SPLM. Pekan lalu partai itu mengatakan pihaknya mengundurkan diri hanya dari pemilihan presiden dan semua pemilihan di wilayah Darfur yang porak poranda akibat perang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.