Israel Izinkan Semen PBB Masuk ke Gaza

Kompas.com - 05/04/2010, 10:22 WIB
Editoraegi

JERUSALEM, KOMPAS.com — Israel akan memperbolehkan pengiriman semen ke Jalur Gaza, yang dikontrol Hamas, untuk digunakan dalam proyek saluran pembuangan limbah PBB di wilayah yang diblokade itu.

"Dalam beberapa hari yang akan datang kami akan memperbolehkan beberapa truk yang membawa semen lewat ke proyek khusus untuk membangun kembali unit pembuangan air yang ditangani oleh PBB," kata seorang pejabat militer Israel, Minggu (4/4/2010).

Menurut dia, keputusan Menteri Pertahanan Ehud Barak itu tidak menandai adanya perubahan dalam kebijakan terhadap Hamas yang memerintah wilayah miskin tersebut dan yang didaftarhitamkan sebagai kelompok teroris oleh Israel dan Barat. "Israel tidak akan memperbolehkan pembangunan kembali Jalur Gaza, yang kami anggap sebagai wilayah teroris karena wilayah itu masih dikuasai Hamas dan tentara Israel Gilad Shalit masih disandera," katanya.

Shalit ditangkap oleh gerilyawan Hamas dan dua kelompok yang lebih kecil dalam serangan lintas perbatasan mematikan pada tahun 2006. Kelompok itu menyatakan, mereka hanya akan membebaskannya sebagai pertukaran bagi ratusan tawanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Pejabat itu menolak mengatakan berapa banyak semen yang akan diperbolehkan masuk ke Jalur Gaza dan kapan semen itu akan dikirim.

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan dalam kunjungan ke Gaza bulan lalu bahwa Israel telah menyetujui impor material pembangunan bagi proyek PBB untuk membangun 150 rumah, sebuah pabrik tepung, dan tempat pengolahan limbah. Ia menunjuk proyek itu sebagai "kecil sekali", tetapi menyampaikan harapannya bahwa proyek itu dapat meratakan jalan bagi rekonstruksi lebih lanjut.

Israel telah menutup erat perbatasan Jalur Gaza setelah Shalit ditangkap dan memperketatnya lagi ketika Hamas merebut kekuasaan di wilayah itu pada Juni 2007.

Penutupan itu juga telah benar-benar mencegah pembangunan kembali menyusul perang Gaza pada Desember 2008 hingga Januari 2009, yang menewaskan sekitar 1.400 warga Palestina dan menghancurkan ribuan rumah. Sebanyak 13 warga Israel juga tewas dalam pertempuran itu.

Israel menyatakan, bahan bangunan itu dapat dibajak oleh Hamas serta digunakan untuk membuat bungker (tempat perlindungan bawah tanah) dan roket rakitan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.