Militer Pakistan Tewaskan 11 Gerilyawan - Kompas.com

Militer Pakistan Tewaskan 11 Gerilyawan

Kompas.com - 24/03/2010, 20:54 WIB

PESHAWAR, KOMPAS.com - Militer Pakistan, Rabu (24/3/2010) melancarkan serangan ke tempat-tempat persembunyian Taliban di daerah suku di barat laut negara itu, menewaskan 11 gerilyawan dalam baku tembak dan serangan-serangan bom, demikian dikatakan para pejabat.

Operasi itu dilancarkan beberapa jam setelah sebuah pesawat AS menembakkan dua rudal ke satu kompleks di distrik suku di Waziristan Utara dekat perbatasan Afghanistan, menewaskan paling tidak enam gerilyawan dalam serangan terbaru oleh pesawat mata-mata AS.

"Pasukan Pakistan mulai melancarkan operasi-operasi Selasa tengah malam untuk mengusir gerilyawan dari pinggiran Kalaya, kota utama di distrik suku Orakzai," kata seorang pejabat senior keamanan di kota Peshawar.

Helikopter-helikopter tempur juga menembaki gerilyawan di daerah yang sama Orakzai, bagian dari daerah suku yang kacau di sepanjang perbatasan Afghanistan yang jadi pangkalan-pangkalan Taliban dan kelompok garis keras Al Qaida.

"Setidaknya 11 gerilyawan tewas dalam operasi pembersihan itu," kata pejabat senior keamanan itu kepada AFP, yang menolak namanya disebutkan karena tidak memiliki wewenang untuk berbicara dengan media.

Mayor Fazal-ur-Rehman, juru bicara Korps Perbatasan paramiliter, mengkonfirmasikan bahwa pasukan keamanan terlibat baku tembak di Orakzai dan ada korban di pihak gerilyawan, tetapi tidak menyebutkan jumlahnya.

Seorang pejabat intelijen mengatakan serangan itu menghancurkan lima kompleks yang digunakan gerilyawan Taliban, sementara seorang pejabat pemerintah yang berkantor di Kalaya mengkonfirmasikan jumlah korban tewas itu.

Atas tekanan AS, Pakistan tahun lalu meningkatkan operasi-operasi terhadap gerilyawan di wilayah barat lautnya termasuk daerah suku.

Daerah yang tidak datar itu menjadi pangkalan ratusan gerilyawan yang melarikan diri dari Afghanistan setelah invasi pimpinan AS akhir tahun 2001.

Washington mengatakan para gerilyawan menggunakan daerah suku yang semi otonomi untuk menjadi tempat melancarkan serangan-serangan terhadap pasukan NATO yang digelar di Afghanistan.

Amerika Serikat juga meningkatkan serangan-serangan rudal di daerah suku itu. Serangan Selasa malam itu adalah yang terbaru dalam hampir 100 serangan pesawat AS yang telah menewaskan lebih dari 830 orang di Pakistan sejak Agustus 2008.

Menteri luar negeri Pakistan dan panglima militer berada di Washington, Rabu untuk berunding dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, di mana mereka diperkirakan akan mendesak bagi diperolehnya pesawat kecil untuk militernya sendiri.


Editorbnj

Terkini Lainnya

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional
Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Regional
Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Internasional
Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Nasional
3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

Regional

Close Ads X