Ribuan Demonstran Terus Mengalir ke Bangkok

Kompas.com - 14/03/2010, 13:49 WIB
Editorbnj

BANGKOK, KOMPAS.com — Puluhan ribu demonstran berkumpul di Bangkok, Minggu (14/3/2010), untuk memberikan ultimatum kepada pemerintah yang didukung militer Thailand agar segera menyelenggarakan pemilihan umum.

Mereka juga mendesak PM Abhisit Vejjajiva mundur atau akan menghadapi aksi demonstrasi yang bakal melumpuhkan ibu kota Bangkok dalam beberapa hari mendatang.

Sekitar 80.000 dari kelompok kaus merah pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang digulingkan dalam kudeta militer pada 2006, terus mengalir ke kota Bangkok.

Mereka menggunakan berbagai macam sarana transportasi, truk, mobil, dan motor, dari berbagai wilayah pedesaan sambil membawa bendera merah dan bermain musik serta menyuarakan demokrasi dan kebebasan.

"Selama ini tidak ada keadilan, Thailand tidak bisa bersatu. Kami ingin kekuasaan harus dikembalikan ke tangan rakyat," kata Jaran Ditthapichai, salah satu tokoh pemimpin Kaus Merah.

Ribuan orang diharapkan berkumpul di Bangkok, termasuk ratusan orang yang naik kapal dari provinsi sekitar ibu kota, hingga Minggu malam. Pihak investor telah mengutarakan kekawatirannya, akibat aksi ini dapat mengguncang perekonomian Thailand.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.