Otobiografi Dalai Lama Diterbitkan dalam Bahasa China

Kompas.com - 11/03/2010, 01:04 WIB
Editorjodhi

TAIPEI, KOMPAS.com--Otobiografi pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama telah siap diterbitkan dalam bahasa China, 48 tahun setelah buku itu dipublikasikan dalam bahasa Inggris, kata penerbit buku tersebut, Rabu.

Otobiografi pertama Dalai Lama berjudul "My Land and My People (Tanah Airku dan Rakyatku)" itu diterbitkan dalam bahasa Inggris pada 1962 atau tiga tahun setelah ia berada di pengasingan, namun tidak pernah diterbitkan dalam bahasa China karena isu yang sangat sensitif, kata Chou Mei-li, Presiden Persahabatan Taiwan-Tibet, suatu organisasi yang mendukung demokrasi Tibet dan juga penerbit buku tersebut.

Tanggal peluncuran buku edisi China itu akan dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-51 Hari Pemberontakan Nasional Tibet, kata Chou, dan menambahkan, penerbitan itu "sudah lama dinanti oleh masyarakat berbahasa Mandarin."

Pada 10 Maret 1959, warga Tibet turun ke jalan meminta Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menarik pasukan dari kawasan Himalaya itu, sembilan tahun setelah invasi China.

Beberapa pekan kemudian, PLA melancarkan penindasan brutal yang diklaim Dalai Lama menewaskan 80.000 warga Tibet.

Dalam mendukung perjuangan demokrasi dan kemerdekaan Tibet, Organisasi Persahabatan Taiwan-Tibet dijadwalkan akan menyalakan lilin pada Rabu malam, juga unjuk rasa pada 14 Maret untuk memperingati HUT ke-51 pemberontakan Tibet tersebut, kata Chou dalam jumpa pers.

"Di sana hanya terdapat enam juta warga Tibet. Kami membutuhkan bantuan Anda," kata Dawa Tsering, Wakil Pemerintah Tibet Pengasingan di Taiwan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Membantu warga Tibet sama halnya membantu warga Taiwan, karena kedua negara sama-sama berjuang untuk masa depan mereka di bawah ancaman China, kata Chou. "Kami tidak akan pernah melupakan bagaimana China memperlakukan terhadap Tibet," katanya.

Sementara itu, Dalai Lama dalam satu pernyataan untuk memperingati HUT ke-51 pemberontakan Tibet menegaskan bahwa meskipun rakyat Tibet telah menanggung penderitaan selama beberapa dekade terakhir, namun hendaknya memelihara kebudayaan dan identitas mereka.

"Hal itu akan tetap menginspirasi bahwa kini generasi baru Tibet terus mempertahankan bahwa Tibet harus tetap hidup," kata Dalai Lama.

"Saya menghargai keberanian rakyat Tibet yang masih terus bertahan menghadapi ketakutan dan penindasan," ujar pemimpin spiritual kharismatik itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.