Israel Marah atas Kartu Pos Anti-Semit Siswa Spanyol

Kompas.com - 04/03/2010, 11:20 WIB
Editoraegi

JERUSALEM, KOMPAS.com — Israel menyampaikan protes resmi terhadap Spanyol setelah Kedutaan Besar Israel di Madrid menerima sejumlah kartu pos bernada anti-Semit dari anak-anak kecil.

The Telegraph, Kamis, melaporkan, Rafi Shotz, Duta Besar Israel untuk Spanyol, menerima lusinan kartu pos dari murid-murid sekolah dasar yang antara lain berisi pernyataan "Yahudi membunuh demi uang", "Tinggalkan negeri itu untuk orang-orang Palestina", dan "Pergilah ke mana saja di orang yang akan menerima Anda".

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan, tulisan-tulisan tangan itu tipikal tulisan anak-anak berusia enam hingga sembilan tahun. "Beberapa berisi pesan yang sangat mengganggu," kata seorang juru bicara kedutaan. "Mereka menanyakan hal-hal seperti, 'Mengapa Anda membunuh anak-anak?' atau 'Uang bukan segalanya' dan 'Jika ada yang harus pergi, itu mestinya orang Israel karena itu bukan tanah kalian'."

Pejabat itu menambahkan, "Pesan-pesan ini tentang situasi politik yang mereka tidak pahami. Kebanyakan dari anak-anak ini mungkin tidak tahu di mana letak Israel atau Palestina."

Kementerian Luar Negeri Israel, menurut laporan harian Haaretz, telah mempertimbangkan untuk memanggil Duta Besar Spanyol di Israel, Alvaro Iranzo, guna menyampaikan keluhan. Namun, Iranzo akhirnya hanya ditelepon.

Pejabat itu mengatakan, "Tampaknya ada aksi anti-Semit dan anti-Israel yang mendapat izin operasi di sekolah-sekolah. Kedutaan setiap kali mendapat sejumlah kartu pos dari sekolah yang berbeda, dan tampaknya siapa pun yang melakukan hal ini sedang berpindah-pindah dari sebuah sekolah ke sekolah lainnya."

Naor Gilon, wakil direktur kementerian untuk Eropa, memanggil Iranzo dan mengatakan bahwa Israel sangat kecewa karena kartu-kartu pos tersebut. Duta Besar Spanyol itu menegaskan bahwa surat-surat itu bukan bagian dari program Kementerian Pendidikan Spanyol, tetapi hanya merupakan inisiatif dari perorangan.

Joan Malonda, Kepala Sekolah Dasar El Castell di Almoines, menurut laporan Guardian, memastikan bahwa beberapa kartu pos yang ditulis tangan itu datang dari siswa-siswa sekolahnya. Dia membantah bahwa para murid itu telah dindoktrinasi.

"Kebanyakan dari pekerjaan itu dilakukan di rumah dan merefleksikan atmosfer di lingkungan sosial mereka. Mereka hanya diminta menulis sesuatu di kartu pos. Kami mencoba mengajarkan kepada anak-anak untuk memiliki sikap kritis, tetapi kami juga menginginkan mereka untuk membenturkan kritikan mereka dengan pandangan lain yang berseberangan," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X