Gempa Cile Diikuti 11 Gempa Susulan

Kompas.com - 27/02/2010, 20:36 WIB
Editorwsn

SANTIAGO, KOMPAS.com — Dalam waktu 2,5 jam setelah gempa berkekuatan 8,8 skala Richter mengguncang Cile, US Geological Survey mencatat ada 11 gempa susulan. Lima di antaranya berkekuatan 6,0 SR atau lebih. Gempa utama berlangsung selama 90 detik.

Dalam tayangan televisi Cile, menyusul gempa tersebut, gedung-gedung tampak roboh, mobil-mobil remuk tertimpa bangunan, dan jalanan menjadi retak. Puluhan warga terlihat berhamburan keluar rumah, banyak di antaranya membawa kopor dan tas.

Akibat gempa berkedalaman 35 km yang terjadi pada pukul 03.34 waktu setempat atau pukul 13.34 WIB itu, menurut pernyataan terakhir yang dikeluarkan Presiden Cile Michele Bachelet, korban tewas telah menembus angka 78 orang.

Kondisi kerusakan yang parah membuat Presiden Bachelet mengumumkan keadaan bencana di Cile. Meski begitu, ia mengimbau warga agar tidak panik dan menghindari bepergian karena kondisi gelap gulita menyusul padamnya aliran listrik. "Masyarakat diminta tetap tenang. Kami akan melakukan segala hal yang diperlukan dengan segala kekuatan yang kita miliki. Semua informasi yang berkembang akan segera disebarkan," ujar Bachelet.

Gempa hebat ini berpusat sekitar 325 kilometer barat daya ibu kota Cile, Santiago, dan sekitar 115 kilometer dari Concepcion, kota kedua terbesar di Cile.

Gempa itu sangat dahsyat dan berlangsung cukup lama. Marco Vidal, seorang warga yang berada di Santiago, mengatakan, "Mulanya benda-benda berjatuhan, lalu ada gelombang bergerak dari selatan ke utara, menggoyangkan segalanya."

Adapun Cynthia Iocono, saksi dari Linwood, Pennsylvania, mengira gempa itu adalah kereta yang lewat. "Namun saya sadar, tidak ada kereta di sini. Lalu lampu mulai berjatuhan disusul televisi yang seperti terlempar ke lantai," ungkapnya.

Di Santiago, gedung-gedung modern dibangun dengan teknologi antigempa. Namun, banyak bangunan tua yang tak berhasil menahan goncangan, termasuk gereja Nuestra Senora de la Providencia, yang loncengnya jatuh. Banyak bangunan apartemen dan gedung parkir yang ambruk sehingga mobil-mobil di bawahnya remuk.

Sebelumnya sempat ada peringatan tsunami yang disebarkan ke beberapa lokasi. Namun, peringatan itu telah dicabut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.