Castro Bantah Siksa Pembangkang Zapta

Kompas.com - 25/02/2010, 01:40 WIB
Editortof

HAVANA, KOMPAS.com - Presiden Kuba Raul Castro menyatakan penyesalannya atas kematian seorang pembangkang terkemuka di penjara lantaran melakukan mogok makan. Namun ia menyangkal tudingan para aktivis kelompok hak asasi manusia bahwa telah telah terjadi penyiksaan.

"Presiden Castro menyesalkan kematian tahanan Orlando Zapata Tamayo, yang meninggal kemarin setelah mogok makan," kata juru bicara kementerian luar negeri.

"Tidak ada orang disiksa, tidak ada eksekusi," kata Castro kepada wartawan.

"Itulah yang terjadi di (pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di) Guantanamo."

Sikap Castro itu ia sampaikan sehari setelah kematian Zapata yang melakukan mogok makan selama 85 hari sebagai bentuk protes atas kondisi penjara.

Kematian tersebut memicu kecaman internasional dan ibu Zapata menuding anaknya adalah korban dari sebuah pembunuhan terencana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.