Tidak Naik Gaji, Pilot Lufthansa Mogok Empat Hari

Kompas.com - 22/02/2010, 11:39 WIB
Editoraegi

KOMPAs.com — Serikat pilot Lufthansa memulai aksi mogok selama empat hari, Senin (22/2/2010), setelah sebuah upaya negosiasi terakhir atas masalah gaji dan keamanan kerja gagal mencapai kesepakatan. Lufthansa dan serikat pilotnya, Vereinigung Cockpit, telah bertemu pada akhir pekan dalam upaya negosiasi terakhir untuk menghindari aksi tersebut.

Aksi mogok kerja para pilot salah satu maskapai penerbangan terbesar dunia itu akan mengganggu perjalanan lebih dari lusinan mitra penerbangan lainnya di seluruh dunia.

Lebih dari 4.000 pilot meninggalkan pekerjaan mereka pada awal hari Senin ini sampai Kamis mendatang sebagai protes atas masalah kontrak kerja yang berlarut-larut yang berpusat pada masalah gaji dan keamanan kerja. Serikat pilot menuntut kenaikan upah sebesar 6,4 persen.

Aksi para pilot Lufthansa itu memberikan sinyal tentang pertumbuhan keresahan para pekerja di seluruh Eropa. Permulaan aksi mogok para pilot maskapai penerbangan Jerman itu, Senin ini, akan bersamaan waktunya dengan rencana staf kabin British Airways untuk mengumumkan hasil pemungutan suara mereka tentang aksi mogok serupa.

Menjelang aksi mogok itu, Lufthansa telah membatalkan dua per tiga jadwal penerbangannya pada Senin hingga Kamis. Sebagian besar gangguan perjalan akibat aksi itu diharapkan berakhir Senin malam karena kebanyakan maskapai penerbangan Jerman melarang penerbangan malam. Namun, para penumpang di Bandara Frankfurt, Minggu, sudah merasa tidak nyaman.

"Itu membuat saya kesal karena bagi saya, biasanya saya akan berangkat (dari rumah) Senin pagi," kata seorang penumpang kepada CNN. "Sekarang saya harus berangkat Minggu sore dan keluarga saya masih di rumah dan saya harus kembali besok malam dengan kereta api. Jadi, sangat tidak menyenangkan." Seorang penumpang lain mengatakan, "Ini sangat tidak nyaman dan tidak dapat membenarkan apa pun."

Para petinggi Lufthansa mengakui, aksi mogok itu akan memiliki pengaruh besar pada operasi internasional maskapai itu, yang mencakup penerbangan ke 80 negara di dunia.

Menurut International Air Transport Association (IATA), tahun 2008, Lufthansa merupakan maskapai angkutan terbesar kedua di dunia dengan total jumlah penumpang mencapai 42,2 juta orang. Masih menurut IATA, acaman mogok itu datang karena industri penerbangan tersebut mengalami keterpurukan setahun terakhir.

Tahun 2009, berdasarkan data IATA, pendapatan Lufthansa turun 15 persen di seluruh dunia setelah tahun sebelumnya mencatat pendapatan sebesar 535 miliar dollar AS. Jumlah penumpangnya juga turun 3,5 persen dan kargo turun 10 persen.

Petinggi Lufthansa dalam sebuah jumpa pers, Kamis lalu, mengatakan, aksi mogok itu akan membebani maskapai itu 33 juta dollar AS per hari.

Jorg Handwerg, seorang pilot dan perwakilan serikat pilot Lufthansa, mengatakan, banyak pilot maskapai itu telah bekerja tanpa sebuah kontrak sejak Maret dan lebih dari 90 persen anggota serikat pilot memilih untuk melakukan aksi itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.