Kualitas Air Sungai Musi Buruk

Kompas.com - 04/02/2010, 04:31 WIB
Editor

Palembang, Kompas - Tingkat pencemaran di Sungai Musi meningkat akibat aktivitas industri dan limbah rumah tangga. Unsur pencemar tertinggi, seperti fenol, besi, dan fosfat, sudah melebihi nilai ambang batas sehingga berpotensi mengancam organisme sungai.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kota Palembang Novrian Fadillah, Rabu (3/2) di Palembang, Sumatera Selatan, pihaknya baru melaksanakan penelitian dan uji contoh air di sejumlah titik di Sungai Musi yang mengalir di sepanjang Kota Palembang.

”Ada 22 unsur parameter bahan baku yang diteliti. Ada 10 parameter yang meningkat secara signifikan. Jika tak dikendalikan, hal itu bisa mengancam organisme Sungai Musi dan semua anak sungainya,” katanya.

Lima parameter pencemar kimia yang tergolong tinggi adalah besi, fenol, fosfat, chemical oxygen demand (COD), dan biological oxygen demand (BOD). Semua itu merupakan parameter utama untuk melihat apakah kadar pencemar di suatu tempat sudah berbahaya atau tidak bagi organisme dan mikroorganisme. Adapun derajat keasaman (pH) sungai mencapai 6-9.

Menurut Novrian, tahun ini tingkat pencemaran naik 10 persen karena angka baku mutu menjadi 10 miligram per liter. Untuk besi, fosfat, dan fenol, nilai ambang baku mutu masing-masing 0,3 miligram per liter.

Penyebabnya, kata Novrian, fosfat berasal dari limbah detergen, adapun fenol adalah zat kimia yang kerap dipakai dalam aktivitas industri. Di Palembang, fenol digunakan untuk menghilangkan karat pada kapal. ”Fenol paling berbahaya bagi manusia. Karena itu, perlu menjadi perhatian semua pihak,” katanya.

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi ekosistem di Sungai Musi, tetapi juga berdampak ke anak-anak sungainya. Beberapa anak sungai di Kota Palembang yang berisiko tercemar adalah Sungai Bendung, Aur, Sekanak, dan Ogan.

Selain industri, Novrian menambahkan, limbah rumah tangga juga menjadi pencemar dominan. Penyebabnya, masih banyak warga yang beraktivitas di sungai, seperti mandi dan mencuci.

Pemerintah bisa memelopori upaya preventif terhadap masalah ini. Misalnya, membangun instalasi limbah skala rumah tangga. Ini sudah dilakukan sejumlah pemerintah daerah, salah satunya Kota Yogyakarta di Daerah Aliran Sungai Code. (ONI)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X