Abu Mahatma Gandhi Ditabur di Afsel

Kompas.com - 31/01/2010, 06:55 WIB
Editorjimbon

DURBAN, KOMPAS.com - Abu pahlawan kemerdekaan India, Mahatma Gandhi, Sabtu (30/1/2010), ditaburkan di lepas pantai Afrika Selatan, enam dekade setelah kematiannya.

Cucu mendiang tokoh antikekerasan itu, Ela Gandhi, menaburkan abu leluhurnya itu ke laut di lepas Pelabuhan Durban, Afrika Selatan (Afsel), diikuti oleh orang-orang lain yang menaburkan bunga sebagai tanda ucapan ”selamat jalan” yang terakhir kepada sang pahlawan.

Mohandas Karamchand Gandhi tewas tertembak seorang nasionalis radikal pada 30 Januari 1948 di India, beberapa bulan setelah Gandhi memimpin negerinya ke kemerdekaan dari cengkeraman penjajahan Inggris.

Gandhi kemudian diperabukan sesuai dengan tradisi Hindu. Menurut kebiasaan, semestinya abu dihanyutkan ke sungai atau laut dalam hitungan hari. Akan tetapi, abu dari jasad Gandhi waktu itu dibagi dan diletakkan di beberapa tempat abu dan dikirim ke beberapa penjuru India serta sejumlah pelosok dunia sehingga pengikut Gandhi bisa melakukan upacara masing-masing.

Salah satu tempat abu Gandhi ada yang dibawa ke Afsel, tempat dulu Gandhi membuka praktik hukum pada 1893 dan bahkan hidup di negeri yang dulu kuat diwarnai politik pembedaan warna kulit (apartheid) itu—datang dan pergi—selama 21 tahun. Gandhi kembali ke India pada usia 46 tahun dan ikut membawa negerinya ke kemerdekaan dari penjajahan Inggris.

Kedekatan emosional India juga ada di Afsel lantaran banyak di antara warga Afsel yang berasal dari keturunan buruh-buruh yang didatangkan dari India pada abad ke-19. Banyak di antara mereka yang dipekerjakan di perkebunan tebu (gula) di Durban dan sekitarnya.

Seorang kerabat kenalan keluarga Gandhi, Vilas Mehta, membantu menyelenggarakan doa di Durban kali ini dan abu kemudian ditaburkan setelah upacara 10 hari lamanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semula, tanpa sepengetahuan keluarga Gandhi, Mehta menyimpan sisa-sisa abu Gandhi dan menjaganya secara diam-diam sepanjang hidupnya. Maksud Mehta hanya untuk kenang-kenangan. Padahal, menurut keluarga Gandhi, setelah Mehta meninggal, tradisinya abu harus ditaburkan.

Tahun 2007, sejumlah abu Gandhi ada yang dikirimkan ke sebuah museum Gandhi di Mumbai oleh seorang pengusaha India teman baik Gandhi. Abu Gandhi pun kemudian ditaburkan di lepas pantai Mumbai pada tahun 2008.

Tahun 1997, sejumlah abu Gandhi yang ditemukan di penyimpanan bank di India utara juga kemudian ditaburkan di tempat suci, pertemuan Sungai Gangga dan Yamuna. (AP/AFP/SHA)



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X