Malaysia Adili Tiga Tersangka Penyerang Gereja

Kompas.com - 29/01/2010, 15:05 WIB
Editoraegi

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Sebuah pengadilan di Malaysia, Jumat (29/1/2010), mengadili tiga tersangka dengan tuduhan melakukan serangan bom terhadap sejumlah gereja di tengah panasnya isu penggunaan kata "Allah" oleh umat Nasrani.

Kantor berita Bernama melaporkan, ketiga orang itu, yang semuanya Muslim etnis Melayu dengan usia antara 22 dan 24 tahun, bekerja sebagai kurir motor. Ketiga orang ini mengaku bersalah di hadapan pengadilan di Kuala Lumpur atas usaha pengeboman dan pengacauan dengan cara melakukan pembakaran. Karena pelanggaran itu, mereka diancam hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda dalam bentuk uang.

Pihak kepolisian sejauh ini telah menangkap 19 orang sehubungan dengan pembakaran dan vandalisme terhadap 11 gereja, sebuah sekolah Katolik, sebuah kuil Sikh, sebuah masjid, dan dua ruang ibadah (mushala). Kepala babi, binatang yang haram secara hukum Islam, pada Kamis kemarin juga telah sengaja dibuang ke dua masjid di kawasan permukiman yang sembilan tahun lalu pernah mengalami bentrokan antaretnis di Kuala Lumpur.

Para pengamat mengatakan, serangan-serangan itu telah mulai menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah penanam modal asing, padahal Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tengah berusaha menarik lebih banyak investasi asing.

Sengketa ini berawal dari putusan pengadilan pada 31 Desember 2009, yang mengizinkan sebuah surat kabar Katolik, Herald, menggunakan kata "Allah" untuk edisi berbahasa Melayu sebagai sebutan untuk Tuhan bagi umat Kristen. Penggunaan kata ini lazim bagi warga Nasrani Melayu, yang merupakan 9,1 persen dari total 28 juta penduduk Malaysia, dan kebanyakan berada di negara bagian Sabah dan Sarawak.

Isu ini telah menimbulkan ketegangan etnis dan politis-religius di negara itu. Pemerintah tengah naik banding terhadap putusan pengadilan tersebut, sementara pihak Kristen juga tetap beranggapan bahwa penggunaan kata tersebut bagi umat Nasrani sah-sah saja. (C17-09)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.