Aset Sejarah Dijual Kiloan

Kompas.com - 14/01/2010, 06:24 WIB
Editorjimbon

PALEMBANG, KOMPAS.com - Belasan warga nekat menyelam ke dasar sungai di perairan Sungai Musi, Kota Palembang, untuk mencari logam bekas dan artefak lain dari dinasti kuno Kerajaan Sriwijaya.

Sejumlah benda yang diduga bernilai sejarah, seperti uang keramik kuno, pecahan arca, serta perhiasan perak dan emas, hanya dijual kiloan kepada pedagang pasar dengan harga rendah.

Menurut pantauan Kompas, Rabu (13/1/2010), ada tiga titik lokasi penyelaman, antara lain di sekitar Jembatan Ampera dan kawasan perairan PT Pusri. Di setiap titik penyelaman terdapat lima sampai enam orang yang dilengkapi dua perahu jukung, alat selam manual, dan jaring untuk mengambil benda logam.

Setiap lokasi penyelaman dikoordinasi seorang cukong, yang juga berperan menampung barang sekaligus membayar upah penyelam.

Menurut Firman (32), salah satu penyelam, aktivitas ini sudah dia geluti sejak dua tahun silam. Upah dari cukong Rp 25.000-Rp 50.000 per hari. Jika hasil banyak, upah maksimal.

Man kito katik asil, pacak idak dibayarnyo nian (Jika tanpa hasil, cukong tidak membayar sepeser pun). Kito la tau ado larangan, tapi mak mano kito ni katik gawe lain (Kami juga sudah tahu kalau dilarang, tetapi mau apa lagi karena saya tidak punya pekerjaan lain),” katanya.

Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menegaskan, aktivitas penyelaman di Sungai Musi sudah dilarang sejak setahun silam. Selain berpotensi menghilangkan aset sejarah yang sampai sekarang diduga masih ada di sepanjang Sungai Musi, kegiatan itu juga menimbulkan gangguan bagi lalu lintas kapal.

Arkeolog dari Balai Arkeologi Palembang, Retno Purwanti, mendesak Pemerintah Kota Palembang untuk menertibkan aktivitas penyelaman itu. (ONI)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X