Kecelakaan Feri Filipina, 24 Orang Belum Ditemukan

Kompas.com - 26/12/2009, 15:17 WIB
Editoracandra

MANILA, KOMPAS.com - Tim penyelam hingga Sabtu (26/12/2009) masih mencari 24 orang yang hilang akibat tabrakan kapal feri dengan kapan nelayan di malam Natal (24/12/2009).

Tim SAR dengan bantuan enam kapal pemerintah, dan tiga pesawat, telah menyusuri daerah dengan radius 37 km di Teluk Manila sejak Kamis lalu, tapi feri yang karam itu belum ditemukan, menurut kepala penjaga pantai Filipina.

Tiga jenazah dan 46 korban selamat telah ditemukan beberapa jam setelah kapal Catalyn B, feri berlambung kayu yang berpenumpang 73 orang, bertabrakan dengan kapal penangkap ikan Anathalia, yang berbobot 369 ton dan berlambung besi, di mulut Teluk Manila sebelum fajar. Sampai saat ini belum ada temuan baru lagi.

Petugas penjaga pantai menuturkan, banyak penumpang tengah tertidur ketika kecelakaan terjadi, sehingga tak sempat memakai rompi pelampung, dan kemungkinan masih banyak orang yang terperangkap di dalam kapal.

Feri yang berbobot 79 ton itu tadinya berlayar dari ibu kota, Manila, ke barat laut Pulau Mindoro dengan membawa penumpang yang pulang setelah merayakan Natal.

Admiral Wilfredo Tamayo, kepala pejaga pantai, menyatakan bahwa para penyelam sedang mencari feri tersebut dan akan melakukan pencarian di dasar laut untuk mengambil jenazah.

Presiden Gloria Macapagal Arroyo, Jumat (25//12/2009) telah memerintahkan pemilik feri dan pemilik kapal nelayan yang terlibat kecelakaan tersebut untuk menghentikan operasi kapal-kapal mereka.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihak berwajib Filipina mengatakan bahwa kemungkinan besar kecelakaan itu disebabkan kelalaian manusia, tapi penyelidikan formal akan dimulai hari Senin (28/12/2009).

Kecelakaan di laut cukup umum terjadi di kepulauan ini akibat badai tropis, kapal yang kurang terawat, dan lemahnya pengawasan aturan keselamatan di laut. Tahun lalu di Filipina tengah sebuah feri terbalik akibat topan sehingga memakan korban nyawa lebih dari 800 orang.

Pada bulan Desember 1987, feri Dona Paz tenggelam akibat bertabrakan dengan kapal tanker, sehingga total korban jiwa terhitung lebih dari 4.341 orang ; kecelakaan ini tercatat sebagai kecelakaan laut terparah di dunia pada masa damai.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X