Korban Pembantaian Filipina Capai 50 orang

Kompas.com - 25/11/2009, 23:42 WIB
Editortof

COTABATO, KOMPAS.com - Pemerintah Filipina terus mengevaluasi pencarian korban pembantaian yang sebelumnya dikabarkan menewaskan 46 orang. Mereka khawatir jumlah korban yang sesungguhnya mencapai 50 orang.

Pembunuhan massal terhadap para pembantu dan keluarga seorang politisi lokal di Filipina selatan, di samping wartawan yang menyertai mereka, itu terjadi Senin di sekitar daerah pertanian di pulau selatan Mindanao yang bergolak.

“Pencarian akan terus dilanjutkan pada hari ini,” kata juru bicara militer setempat Letkol Jonathan Ponce, kepada AFP. “Mereka mengatakan terdapat lebih dari 50 korban, namun hanya 46 mayat yang telah ditemukan, karena itu kami akan mencari lainnya,” ujarnya.

Jenazah dari sedikitnya 13 wartawan dan keluarga politisi lokal Esmael Mangudadatu, ditemukan telah dikubur di pemakaman massal atau di buang di tempat sampah di pinggir jalan di provinsi Maguindanao. Pihak militer mengatakan, tertuduh utama dalam aksi penculikan dan pembunuhan itu adalah orang-orang bersenjata yang disewa oleh gubernur Maguindanao, Andal Ampatuan, dan putranya yang bernama sama.

Keluarga para korban dan para saksi mata mengatakan, kelompok politik kuat itu ingin menghentikan langkah Mangudadatu yang menantang Ampatuan junior untuk meraih jabatan gubernur dalam pemilihan umum nasional tahun depan.

Para korban itu ditangkap pada saat mereka sedang melakukan perjalanan konvoi dengan isteri Mangudadatu, ketika dia akan ke kantor komisi pemilihan umum untuk mendaftarkan suaminya yang mencalonkan diri sebagai gubernur.

Tiga polisi yang diyakini setia kepada Ampatuan telah menahan mereka dengan tuduhan terlibat dalam pembunuhan. Setelah terjadi pembunuhan besar-besaran itu, Presiden Filipina Gloria Arroyo memberlakukan peraturan darurat di di Maguindanao, tetangga kota Cotabato dan provinsi Sultan Kudarat, di dekatnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ponce mengatakan, tentara telah dikirim ke wilayah bergolak itu. Mereka mendirikan tempat-tempat pemeriksaan di jalan-jalan raya untuk mencegah terjadinya bentrokan bersenjata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.