Korban Genosida Rwanda Ancam Boikot Pengadilan PBB

Kompas.com - 21/11/2009, 16:13 WIB
Editorwsn

KIGALI, KOMPAS.com — Kelompok-kelompok warga yang lolos dari pembunuhan massal (genosida) di Rwanda tahun 1994 mengatakan, mereka akan berhenti mengirim saksi ke sidang pengadilan PBB di Tanzania. Pernyataan itu sebagai protes terhadap pembebasan dua tersangka dalam sidang pengadilan terakhir.

Kelompok-kelompok itu, yang menyediakan banyak saksi untuk persidangan, mengatakan, mereka tidak mau lagi berkerja sama kecuali jika Pengadilan Kriminal Internasional untuk Rwanda (ICTR) membatalkan keputusannya yang membebaskan Hormisdas Nsengimana dan Protais Zigiranyirazo.

"ICTR harus duduk lagi dan meninjau kembali keputusan mereka, jika tidak ada keputusan positif yang diambil, hubungan (dengan kami) berakhir," kata Freddy Mutanguha, sekretaris jenderal IBUKA, organisasi yang memayungi kelompok-kelompok warga yang selamat dalam peristiwa pembunuhan itu dalam sebuah protes di Kigali.

ICTR, sejauh ini, telah menghukum 39 dari 47 tersangka. Pengadilan itu membebaskan Nsengimana minggu ini dengan alasan tidak cukup bukti untuk menghukum pastor Katolik tersebut sebagai penjahat perang dan telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Persidangan di Tanzania itu juga membebaskan Zigiranyirazo dengan alasan telah terjadi kesalahan faktual dan legal (dalam sangkaan terhadap Zigiranyirazo).

Egide Kayinamura (21), yang seluruh keluarganya terbunuh dalam 100 hari pembunuhan massal di Rwanda tahun 1994 itu, merupakan satu dari sekitar 200 orang yang melakukan unjuk rasa di kantor ICTR di ibu kota Rwanda, Jumat. "Secara pribadi saya merasa sangat sedih karena hasil tersebut. Kami tidak mengharapkan hasil seperti itu. Kami sangat kesal bahwa mereka membebaskan orang-orang itu," kata Kayinamura.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.